Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut Kejuaraan Nasional Balap Sepeda 2025 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membawa dampak ekonomi signifikan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
"Event ini meningkatkan kunjungan wisata di Banyuwangi, hotel dan penginapan kami penuh, UMKM hidup dan masyarakat ikut merasakan dampaknya," katanya usai melepas peserta lomba Men Elite dan Women Elite Nomor Individual Road Race (IRR) di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Senin.
Para pembalap pembalap adu cepat di track salah satu tersulit di Asia itu, yakni pegunungan Ijen, dan menjadi laga pamungkas para pembalap start di depan kantor Bupati Banyuwangi dengan garis akhir di Paltuding, kaki Gunung Ijen, menempuh jarak 175 kilometer.
Bupati Ipuk menyebut bahwa Ijen sudah menjadi ikon nasional dan diharapkan agenda kejuaraan semacam ini bisa terus berkelanjutan dan melengkapi serangkaian agenda balap sepeda yang digelar tahun ini di Banyuwangi.
"Mudah-mudahan event ini terus berkelanjutan dan melengkapi yang sudah ada, seperti Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) yang masuk dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI) Asia," kata Ipuk.
Wakil Ketua Harian PB ISSI, Jadi Rajagukguk mengungkapkan, Banyuwangi dipilih karena sudah berpengalaman menggelar kejuaraan serta pemerintah dan masyarakatnya sangat mendukung.
Ajang kejuaraan nasional ini merupakan rangkaian seleksi para atlet balap sepeda potensial Indonesia untuk disiapkan menuju SEA Games, Asian Games hingga Olympic.
"Banyuwangi kami pilih karena infrastrukturnya lengkap, jalurnya berkualitas dan masyarakatnya sudah terbiasa dengan event olahraga skala besar," ujarnya.
Kejurnas Balap Sepeda 2025 di Banyuwangi digelar empat hari, Jumat (27/6) hingga Senin (30/6), dan menjadi agenda rutin PB ISSI tiap tahun, dan masuk agenda UCI. Kejurnas tahun ini diikuti sekitar 251 pembalap dari 23 provinsi.
