Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memanfaatkan momentum Ramadhan 1447 Hijriah untuk menumbuhkan dan menggerakkan perekonomian rakyat antara lain dengan memfasilitasi pelaksanaan pasar takjil.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, pihaknya terus mendorong dan memfasilitasi pelaksanaan pasar takjil Ramadhan 1447 H di seluruh wilayah di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
"Pastinya dengan adanya pasar takjil ini ribuan warga dan pelaku UMKM terlibat," kata Bupati Ipuk saat membuka Pasar Takjil Ramadhan 2026 di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, pada Kamis (19/2).
Ia mengungkapkan ada 250 pedagang yang berjualan di pasar takjil Pantai Marina Boom, dan mereka berjualan dari sore hingga malam hari.
Tidak hanya dikunjungi warga setempat, lanjut Ipuk, sejumlah wisatawan asing juga tampak berbelanja di pasar takjil dan menikmati suasana pasar kuliner ini.
Dalam kesempatan itu, Ipuk berpesan agar pelaksanaan pasar takjil dikoordinasikan dengan baik, terutama masalah sampah, disarankan kepada pembeli maupun pedagang agar membawa kantong dari rumah untuk mengurangi sampah plastik.
Menurut dia, sampah utamanya material plastik adalah masalah besar bangsa ini, program membawa tas belanja sendiri adalah upaya Pemkab Banyuwangi melaksanakan komitmen Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), guna mendukung kebijakan Presiden untuk penanganan sampah dan penataan lingkungan.
"Selain itu, untuk menjaga higienitas makanan yang dijual, laboratorium dari Dinas Kesehatan akan rutin berkeliling untuk mengecek apakah makanan yang dijual layak dikonsumsi," kata Bupati Ipuk.
Dari pantauan, bulan Ramadhan menjadi momentum yang ditunggu masyarakat, dan salah satu cara menyambut puasa Ramadhan adalah dengan menggelar pasar takjil menunggu berbuka puasa.
Pasar takjil di Pantai Marina Boom Banyuwangi ramai dikunjungi warga pada hari pertama puasa Ramadhan. Mereka "berburu" aneka kudapan.
Pewarta: Novi HusdinariyantoUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026