Bayi Azila dipasang plat sebagai ganti tulang dada

id Rsud dr soetomo, kembar siam, operasi pemisahan,kembar siam kendari,pemisahan kembar siam,kembar siam azila aqila

Bayi Azila dipasang plat sebagai ganti tulang dada

Dokter spesialis bedah toraks, dr Heroe Soebroto (kiri) di sela pemisahan bayi kembar siam di RSUD dr Soetomo Surabaya, Rabu (14/8/2019). (ANTARA Jatim/Willy Irawan)

Awalnya saya punya beberapa strategi untuk Azila
Surabaya (ANTARA) - Salah satu bayi kembar siam dempet dada dan perut (thoracoabdomino phagus) asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Azila menjalani operasi rekontruksi dengan dipasang plat sebagai pengganti tulang dadanya.

Dokter spesialis bedah toraks dr Heroe Soebroto di sela pemisahan bayi kembar siam di RSUD dr Soetomo Surabaya, Rabu, mengatakan plat yang dipasang panjangnya mencapai 10 centimeter.

"Awalnya saya punya beberapa strategi untuk Azila. Seperti tulang dada yang dibuat dari anyaman kawat. Tapi akhirnya memakai plat. Sebab anyaman kawat selain memakan waktu juga kekuatannya kurang," kata Heroe.

Heroe menjelaskan, pihaknya memasang tiga plat yang merupakan logam mulia berbentuk seperti lempengan kecil yang diskrub sehingga tidak bereaksi dengan tubuh.

Dokter memasang plat berbentuk seperti dome atau huruf U terbalik pada rongga rusuk untuk mengganti tulang dada yang kemudian ditutup dengan kulit.

"Kami harus melindungi jantungnya. Jika tidak dipasang U, ketika jantung berdetak akan sesak. Setelah ini harus ada operasi rekontrsuksi kedua," ujarnya.

Baca juga: Bayi kembar siam asal Kendari jalani operasi pemisahan (Video)
Baca juga: Kembar siam Aqila-Azila berhasil dipisahkan setelah lima jam operasi


Selain memasang plat sebagai ganti tulang dada, tim dokter juga memberi proseed mesh untuk pengganti selaput jantung.

Menurutnya Heroe pada kasus ini rawan infeksi jika tidak tertutup dengan baik. Pihaknya juga mengupayakan agar tulang iga menjadi satu.

Meski dipasang plat, Heroe menyatakan bahwa tulang dada azila bisa tumbuh kembali. Tulang dada akan tumbuh mengikuti pola tumbuh kembang anak apalagi yang berusia kurang 18 tahun.

"Nantinya bisa dilakukan operasi bentuk dada kembali saat remaja untuk memperbaiki kelainan bentuk dada," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar