Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan RSUD Dr. Soetomo (RSDS) Surabaya menjalankan hospital based serta berperan sebagai world-class Academic Medical Center saat bertemu Menko PMK Pratikno dan Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta kemarin.
"Terlebih penguatan layanan kesehatan, sumber daya manusia, serta kualitas tenaga medis yang dimiliki RSDS menjadi modal utama untuk mewujudkan standar tersebut," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Khofifah menjelaskan konsep world class Academic Medical Center menempatkan RSDS sebagai institusi layanan kesehatan terintegrasi dengan fungsi pendidikan dan riset, sehingga memperkuat kualitas pelayanan, sekaligus kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.
Pemprov Jatim juga mendorong pelaksanaan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital based) sebagai strategi pemerataan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, agar pelayanan kesehatan berkualitas menjangkau daerah Tertinggal, Terluar, dan Terpencil (3T).
“Kami berharap proses pendidikan profesi dokter spesialis berbasis hospital based dapat berjalan berdampingan dengan university based di RSDS,” kata Khofifah.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta Pemprov Jatim menyusun masukan teknis agar pelaksanaan sistem hospital based dan university based dapat berjalan beriringan.
“Kita akan melakukan telaah dan mendorong agar pelaksanaan hospital based dan university based dapat berjalan bersama, sehingga RSUD Dr. Soetomo memperoleh perguruan tinggi mitra yang sesuai,” tegas Pratikno.
Sementara Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungan terhadap optimalisasi program pendidikan berbasis rumah sakit tersebut sebagai langkah strategis untuk pemerataan dokter spesialis nasional.
“Kami siap mendukung terwujudnya hospital based di RSUD Dr. Soetomo,” katanya.
Direktur RSDS Cita R.S. Prakoeswa menyampaikan rumah sakit tersebut telah bertransformasi menjadi kelas dunia untuk Academic Medical Center Hospital dengan fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian berjalan terpadu.
RSDS juga berperan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 31 Tahun 2022 tentang pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 93 Tahun 2015 mengenai rumah sakit pendidikan.
Sebagai RSPPU, rumah sakit itu menyelenggarakan pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, pendidikan berkelanjutan, serta pendidikan kesehatan multiprofesi.
Ke depan RSDS mengoptimalkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis hospital based, khususnya pada program studi bedah saraf. Hingga kini, rumah sakit tersebut telah meluluskan lebih dari 170 dokter spesialis bedah saraf yang tersebar di berbagai provinsi.
"Melalui sistem pendidikan profesi hospital based, para calon dokter spesialis dapat menempuh pendidikan tanpa dibebani biaya pendidikan,” katanya.
Dalam skema tersebut, peserta berstatus sebagai tenaga kontrak rumah sakit dan memperoleh gaji bulanan serta beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Kami akan mendukung penuh pelaksanaan program hospital based yang diimplementasikan di RSUD Dr. Soetomo sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan nasional,” katanya.
