Luas tanam tembakau di Ngawi bertambah dua kali lipat saat kemarau

id tanam tembakau,beralih tanam tembakau,tembakau,tembakau ngawi,musim kemarau

Luas tanam tembakau di Ngawi bertambah dua kali lipat saat kemarau

Sejumlah petani sedang menjemur tembakau rajangan di halaman rumah. Memasuki kemarau, para petani di daerah Ngawi sebelah timur (Karangjati, Padas, dan Pangkur) beralih menanam tembakau guna menghindari gagal panen karena minimnya pengairan. (Istimewa)

Ngawi (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mencatat luas lahan tanaman tembakau di wilayah setempat saat musim kemarau terus bertambah setiap tahun seiring dengan tingginya nilai ekonomi tanaman tersebut.

Data Disperta Kabupaten Ngawi menyebutkan pada 2017 hanya terdapat 1.200 hektare tembakau saat musim kemarau, namun pada tahun berikutnya (2018) naik menjadi 1.700 hektare.

"Sementara pada musim kemarau tahun ini sudah menyentuh angka 3.400 hektare. Bahkan, banyak petani tembakau yang berharap hujan tidak segera turun," ujar Kepala Disperta Ngawi Marsudi kepada wartawan di Ngawi, Selasa.

Menurut dia, semakin bertambahnya luas lahan tembakau tersebut disebabkan karena komoditas itu sangat cocok ditanam saat musim kemarau. Tembakau menjadi pilihan favorit karena tak membutuhkan banyak air. Apalagi, nilai ekonomi tembakau terbilang tinggi.

Tak heran, pada musim kemarau tahun ini banyak petani yang beralih menanam tembakau dari pada padi. Daerah Ngawi yang digunakan untuk bercocok tanam tembakau terdapat di Kecamatan Karangjati. Hampir 50 persen petani di wilayah tersebut menanam tembakau.

Selain Karangjati, wilayah Kecamatan Padas dan Pangkur juga merupakan sentra tembakau. Bahkan sekarang wilayah Kecamatan Kedunggalar dan Paron di sebelah Ngawi barat juga mulai banyak tanaman tembakau.

Marsudi menjelaskan, varietas tembakau yang ditanam di Ngawi didominasi jenis rajangan Madura dan lokal. Dua jenis tembakau tersebut paling diminati karena sejumlah kelompok tani telah menjalin kerja sama dengan pabrik rokok.

"Kalau sudah ada MoU atau kerja sama dengan pabrik rokok tentu akan semakin menguntungkan karena petani tidak susah menjual hasil panennya," kata dia.

Sementara itu, petani tembakau asal Desa Weru, Kecamatan Karangjati, Saliman membenarkan bahwa menanam tembakau saat kemarau lebih menguntungkan dari pada tanam padi karena tidak gampang gagal panen meski air sangat minim.

Ia mengatakan beralih menanam tembakau saat kemarau sejak 2002. Luas lahan yang ditanaminya mencapai 1-1,24 hektare.

"Tanaman tembakau kalau kena hujan daunnya mengerut dan setelah dirajang juga susah kering. Karena itu, tembakau sangat cocok ditanam saat kemarau," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar