Demi budayakan membaca, pos kamling pun disulap jadi taman bacaan

id Pos kamling,pos sudut baca,Desa mojoduwur,taman baca anak

Demi budayakan membaca, pos kamling pun disulap jadi taman bacaan

Sejumlah anak membaca di pos kamling yang telah disulap menjadi Pos Sudut Baca di Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Sabtu (27/7/2019). (ANTARA Jatim/Syaiful Arif)

Jombang (ANTARA) - Pos keamanan lingkungan atau kamling yang biasanya berfungsi sebagai tempat warga berjaga lingkungan pada malam hari, juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan tempat membaca serta bermain untuk anak-anak. 

Seperti di Dusun/Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pos kamling atau juga pos ronda disulap menjadi tempat membaca untuk anak-anak, sekaligus tempat bermain. 

Oleh pemuda desa setempat, pos kamling yang berada di lingkungan RT 02 RW O3 Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, sejak sebulan lalu difungsikan menjadi "Pos Sudut Baca". Hingga kini di desa tersebut sudah ada dua dari tujuh pos kamling yang difungsikan menjadi taman bacaan.

Untuk menarik minat anak-anak, pemuda Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, mendesain pos kamling berukuran 3 x 3 meter lebih apik, cantik dan nyaman, di antaranya dengan pengecatan dan penambahan rak buku tanpa mengubah fungsi pos tersebut. Ada sekitar 25 buku cerita dan komik yang berjajar rapi di atas rak hasil donasi. 

"Setiap sore habis ngaji atau les saya dan teman-teman selalu datang ke sini (Pos Sudut Baca)," kata Ridho, salah seorang pengunjung, saat ditemui akhir pekan ini. 

Siswa kelas 1 SMP yang rumahnya tidak jauh dari Pos Sudut Baca ini menuturkan jika dirinya merasa senang dengan adanya pos kamling yang difungsikan menjadi taman bacaan. "Biasanya bacanya komik dan juga doa doa," tuturnya. 

Tak ubah fungsi 

Pos kamling memiliki fungsi strategis dan sangat penting untuk mendukung keamanan lingkungan. Di waktu malam, pos kamling dimanfaatkan sebagai tempat  warga berjaga lingkungan atau ronda.

“Selain sebagai tempat berkumpul warga yang kebagian berjaga malam atau ronda, kalau sore pos kamling ini dimanfaatkan anak-anak sebagai tempat bermain dan membaca buku," kata Ketua RT 02 RW 03 Desa Mojoduwur, Imam Wahyudi. 

Menurutnya, tidak ada perubahan terhadap fungsi pos kamling yang ada tepat di depan rumahnya itu. Hanya saja, pos kamling itu dibuat lebih cantik serta ada tambahan rak buku.

"Tetap sama kalau malam buat bapak-bapak yang ronda, kalau sore untuk anak-anaknya. Hanya dipercantik dengan dicat warna-warni dan rak buku," tutur Imam. 

Pemanfaatan pos kamling menjadi tempat bermain serta taman baca ini memberikan dampak yang sangat positif bagi anak-anak di lingkungan sekitar. 

“Kalau sore habis ngaji, makin ramai anak-anak yang datang ke pos untuk membaca buku," imbuhnya. 

Ketua Pemuda Desa Mojoduwur Muhammad Nasihuddin mengatakan bahwa pemanfaatan pos kamling menjadi area bermain anak dan taman baca ini baru satu bulan terakhir. 

Awalnya, pemuda di desa setempat merasa prihatin dengan kurangnya jam anak-anak untuk bermain serta berkumpul bersama teman-temannya. 

"Di Mojoduwur inikan memiliki lembaga pendidikan baik formal atau nonformal terbanyak di Kecamatan Mojowarno. Media bermain dan edukasi anak-anak di sini sangat kurang, karena pulang sekolah mereka harus ikut les dan ngaji. Makanya kami punya ide untuk memanfaatkan pos kamling jadi tempat bermain sekaligus edukasi, " ungkap pemuda 23 tahun ini. 

Selain itu, menurut Nasihuddin, pemanfaatan pos kamling sebagai area bermain dan taman baca ini juga bagian dari menumbuhkan minat baca pada anak-anak di Desa Mojoduwur, Kabupaten Jombang. 

“Kalau taman bacanya di pos kamling lingkungan masing-masing kan juga mudah dijangkau oleh anak-anak. Kalau sejak kecil sudah ditanamkan membaca buku, Insya-Allah minat baca akan meningkat," tambahnya. 

Dikatakan Nasihuddin, bagi pengunjung taman baca di pos kamling tidak diperbolehkan membawa telepon seluler. Larangan ini diharapkan bisa mengurangi keinginan anak-anak melihat ponsel. 

“Minimal kita bisa mengurangi satu jam anak-anak untuk tidak melihat ponsel, dengan bermain dan membaca buku di pos kamling ini. Setiap sore taman baca selalu ramai dikunjungi anak-anak," ujar Nasihuddin. 

Selain itu, anak-anak juga diajarkan untuk saling menjaga dan merawat buku sejak usia dini. "Setiap selesai membaca buku kita ajak mereka untuk merapikan, merawat dan menjaga buku di taman baca. Agar semua bisa bertanggung jawab," katanya. 

Guna mendukung langkah pemuda Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, untuk meningkatkan minat baca, pemerintah desa setempat menyiapkan anggaran Rp30 juta. 

Kepala Desa Mojoduwur Imam Baihaqi mengatakan sangat bersyukur para pemuda mempunyai gagasan membuat taman baca memanfaatkan pos kamling sehingga bisa meningkatkan minat baca pada anak-anak. 

"Saya selalu mendukung kegiatan para pemuda. Apapun kegiatannya yang positif akan kami dukung, termasuk dengan menyiapkan anggaran Rp30 juta untuk membuat perpustakaan," tegasnya. 

Baihaqi menargetkan seluruh pos kamling yang ada di wilayah desanya bisa dimanfaatkan sebagai area bermain dan taman baca.

"Sementara masih ada dua pos yang dijadikan taman baca, minggu depan kita akan kembangkan jadi empat. Targetnya sampai tujuh atau delapan pos kamling," kata pria 48 tahun ini.

Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar