"Ngabuburit" hingga berbuka puasa di hutan bakau hanya ada di Situbondo (Video)

id ekowisata kampung blekok situbondo,kampung blekok situbondo,ramdhan situbondo 2019,ramadhan

Pengunjung menyantap hidangan buka puasa di rumah makan tradisional Ekowisata Kampung Blekok Situbondo. (Antarajatim/Novi H)

Situbondo (ANTARA) - "Ngabuburit" hingga berbuka puasa di tepi pantai bahkan di tengah laut mungkin sudah banyak dan biasa dilakukan oleh banyak orang setiap bulan Ramadhan tiba.

Namun bagaimana bila "ngabuburit" hingga berbuka puasa di tengah-tengah hutan bakau? Nah, untuk menunggu waktu buka puasa dan berbuka puasa dengan menyantap hidangan seafood di rumah makan tradisional hanya bisa anda temui di Ekowisata Kampung Blekok, Desa Kalatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, Jawa Timur.

Di objek wisata edukasi kawasan hutan bakau yang juga menjadi tempat (rumah) pengembangbiakan ribuan burung blekok atau sejenis burung bangau ini, juga menjadi tempat favorit "ngabuburit" sebagian besar masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Bagaimana tidak, di objek wisata berbasis lingkungan ini menyiapkan rumah makan yang dikemas tradisional dan unik sejak awal Ramadhan 1440 Hijriah, dan lokasinya berada atau diapit di antara hutan bakau.

Di tempat ini, para pengunjung tidak hanya jalan-jalan menikmati pemandangan pantai, hutan bakau, namun juga bisa melihat secara langsung gerombolan ribuan burung blekok pulang ke hutan bakau di sore hari.

Mendekati waktu buka puasa, para pengunjung yang telah reservasi di rumah makan tradisonal di tengah hutan bakau ini, bisa duduk santai menunggu adzan Maghrib.

Jalan-jalan menunggu waktu buka puasa hingga berbuka puasa di Ekowisata Kampung Blekok Situbondo, ini memiliki sensasi tersendiri, karena di rumah makan ini juga menghadap ke muara yang ada di antara hutan bakau.

Penerangan dari obor di sepanjang jembatan di Kampung Blekok ini semakin menambah eksotis pemandangan sore menjelang malam hingga para pengunjung menyantap buka puasa.

Satrio, salah seorang pengunjung mengaku terkesan "ngabuburit" dan hingga buka puasa di Kampung Blekok, karena berbeda berbuka puasa di tepi pantai maupun di tengah laut.

"Yang jelas, jalan-jalan sembari menunggu waktu berbuka puasa dan menyantap kuliner di rumah makan ini sensasinya beda banget. Asyik, tidak bising dan kulinernya paling tepat menu ikan bakar, karena ikannya langsung dari nelayan, masih segar," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kuliner di Ekowisata Kampung Blekok Nur Kholifah mengatakan bahwa para pengunjung yang hendak berkunjung dan berbuka puasa di Kampung Blekok harus melakukan reservasi sehari sebelumnya, karena tempatnya terbatas.

"Pengunjung yang ingin ngabuburit sekaligus berbuka puasa di sini harus mempersiapkan terlebih dahulu dengan memesan sebelumnya, karena sementara dibatasi 30 orang," katanya.

Untuk menyantap kuliner sari laut di rumah makan tradisional di tengah hutan bakau ini, anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cukup dengan Rp15.000 hingga Rp50.000 per orang sudah bisa "ngabuburit" sekaligus berbuka puasa dengan sensasi baru di tengah hutan bakau.

Anda tertarik? selamat mencoba.
 
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar