Namun, berbeda dengan aktivitas puluhan ibu-ibu rumah tangga di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ibu-ibu ini ngabuburit dengan mengisi waktu membuat kerajinan bros hijab.
Setiap bulan Ramadhan tiba, puluhan ibu-ibu rumah tangga di desa ini berkumpul di balai desa setempat dan membuat kerajinan tangan bros hijab dengan dipandu oleh seorang pembimbing.
Salah seorang ibu rumah tangga di Desa Klatakan, Rustini mengatakan kegiatan membuat kerajinan bros oleh ibu-ibu rumah tangga di bulan Ramadhan sudah menjadi kegiatan rutin, selain sembari menunggu waktu buka puasa, juga dapat membuat kerajinan bros untuk menambah pendapatan.
"Kegiatan seperti ini biasa dilakukan ibu-ibu di sini, daripada ngabuburit dengan jalan-jalan lebih baik membuat kerajinan bros, bisa menambah pendapatan untuk kebutuhan ekonomi keluarga," katanya.
Menurut ia, hasil dari penjualan bros tersebut tidak diberikan kepada siapapun, melainkan dijual sendiri melalui daring (dalam jaringan).
"Memang penyelenggaranya dari tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kalatakan, namun karena yang membuat kami, maka hasilnya diambil kami," ujarnya.
Ibu-ibu ini juga belajar cara menjual dan mempromosikan hasil kerajinan bros dari seorang pembimbing, seperti bagaimana teknik pengambilan foto, sehingga ketika diunggah di media sosial terlihat indah dan dapat menarik pembeli.
"Karena kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan kesejahteraan ekonomi wanita di Desa Klatakan bisa terangkat. Daripada jalan-jalan menunggu waktu buka puasa, mending kumpul di sini bisa mendapatkan penghasilan tambahan," kata Rustini.
Ketua PKK Desa Klatakan, Lita Yoyok Hermanto mengaku bahwa harga setiap bros karya ibu-ibu rumah tangga itu variatif, mulai dari harga Rp5.000 hingga Rp55.000, tergantung ukuran besar kecilnya serta kualitas bahan bros.
"Bros yang terjual setiap harinya lumayan banyak, sekitar lima hingga sepuluh biji. Rata-rata dijual secara daring (dalam jaringan) di media sosial 'facebook' maupun di grup WA," ujarnya. (*)
Video Oleh Novi Husdinariyanto
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026