Situbondo (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Situbondo, Jawa Timur, mulai melaksanakan kegiatan Sensus Ekonomi 2026 dalam rangka untuk pendataan statistik dasar kegiatan ekonomi di "Kota Santri" itu.
Kepala BPS Situbondo Ribut Hadi Chandra di Situbondo, Rabu, menyampaikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sudah mulai dilaksanakan sejak awal Mei hingga Agustus mendatang.
"Untuk periode awal pada bulan Mei-Juni kegiatan sensus ekonomi tahun ini dilakukan pendataan bagi pelaku usaha besar secara daring, dan kami mengirim email ke pengusaha besar untuk menyampaikan perkembangan usaha mereka," ujarnya.
Setelah itu, lanjut Chandra, petugas BPS juga melaksanakan sensus bagi seluruh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM termasuk toko kelontong.
Sensus ekonomi untuk memotret kondisi ekonomi yang rutin digelar tiap 10 tahun, katanya, juga menyasar di sektor pertanian.
"Di sektor pertanian kami juga melakukan sensus dan mengintegrasikan dengan data hasil sensus pertanian yang telah dilaksanakan pada 2023," kata Chandra.
Menurutnya, pada bulan Juli-Agustus petugas juga melaksanakan sensus sosial ekonomi dengan mendatangi rumah ke rumah atau petugas pencacah lapangan menyensus ke masing-masing kepala keluarga (KK).
Ia menyampaikan dalam pelaksanaannya BPS juga melibatkan mahasiswa dan bekerjasama dengan mitra-mitra BPS serta mulia tingkat kecamatan hingga pemerintahan desa.
"Data hasil Sensus Ekonomi ini nantinya akan digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya dalam perencanaan pembangunan termasuk menjadi rumus kebijakan ekonomi, dan sensus ini untuk memberikan gambaran akurat mengenai kondisi perekonomian," kata Chandra.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026