Sejumlah PPK di Surabaya hampir selesai rekapitulasi suara Pemilu 2019

id rekapitulasi suara pemilu,rekapitulasi ppk,kpu surabaya,pemilu 2019

Sejumlah PPK di Surabaya hampir selesai rekapitulasi suara Pemilu 2019

Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi (istimewa)

Kalau sesuai jadwal tanggal 30 April tingkat PPK selesai semua, maka tanggai 1 Mei rekapitulasi di tingkat kota bisa dimulai
Surabaya (ANTARA) - Sejumlah Panitia Pemilihan Kecamatan  di Kota Surabaya, Jawa Timur, hampir menyelesaikan rekapitulasi suara hasil Pemilu legislatif dan Presiden 2019 yang digelar pada 17 April 2019. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Nur Syamsi, di Surabaya, Senin, mengatakan sebagian besar Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Surabaya sudah separuh menyelesaikan rekapitulasi suara pemilu.

"Di PPK Bulak diperkirakan hari ini selesai, PPK Bubutan sehari lagi selesai, PPK Wiyung sehari lagi selesai, PPK Gayungan sehari lagi selesai, PPK Jambangan sore ini selesai," katanya.

Sedangkan untuk kecamatan lainnya, lanjut dia, masih membutuhkan waktu panjang untuk proses rekapitulasi mengingat jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) cukup besar.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya menargetkan seluruh rekapitulasi di tingkat PPK selesai paling lambat 30 April. Menurutnya, hal itu merujuk dan mempertimbangkan jadwal tahapan rekapitulasi tingkat kecamatan mulai 18 April -5 Mei dan rekapitusi tingkat kota pada 19 April - 7 Mei.

"Kami menunggu selesai semua rekapitulasi di kecamatan. Kalau sesuai jadwal tanggal 30 April tingkat PPK selesai semua, maka tanggai 1 Mei rekapitulasi di tingkat kota bisa dimulai," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga masih menunggu Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 28 Kelurahan Rungkut Menanggal, Kecamatan Gunung Anyar dan TPS 11 Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri yang akan digelar pada 27 April 2019.

"Persiapan sudah kami lakukan. Kami juga sudah menyiapkan C6 (surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih)," katanya.

Mengenai tingkat partisipasi di dua TPS tersebut, Nur Syamsi mengatakan pihaknya tidak bisa memperkirakan. "Soal partisipasi itu hak mereka. Tapi kami berupaya untuk mensosialisasikan kepada pemilih di dua TPS itu," katanya.(*)
 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar