Menpora minta PSSI tak tunda pembayaran hadiah Persik

id Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi,sepak bola,klub sepak bola,hadiah persik,Manajer Persik Kediri Beny Kurniawan

Menpora minta PSSI tak tunda pembayaran hadiah Persik

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat berkunjung ke Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (23/3). Antara Jatim/ Asmaul Chusna

Kalau sudah menjadi hak Persik saat jadi juara, PSSI harus membayar tidak boleh lagi ditunda dan jangan mengulangi kebiasaan lama yang setahun kemudian baru diberikan
Kediri (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta PSSI tidak lagi menunda pemberian hak hadiah bagi klub salah satunya Persik Kediri, yang hingga kini belum dibayarkan setelah menjadi Juara Liga III, Desember 2018.

"Kalau sudah menjadi hak Persik saat jadi juara, PSSI harus membayar tidak boleh lagi ditunda dan jangan mengulangi kebiasaan lama yang setahun kemudian baru diberikan," katanya saat di Kediri, Sabtu (23/3) malam.

Ia juga menambahkan, PSSI juga harus memperhatikan kondisi klub. Hadiah yang sudah seharusnya diberikan tentunya sudah direncanakan sejak awal oleh operator.

"Klub juga tentu ingin eksis, harus sehat dari sisi keuangan dan mereka pasti harus mempersiapkan tim. PSSI harus melakukan perbaikan manajemen dan menurut saya tidak boleh lag ditunda, dicairkan. Bonus, hadiah, sesungguhnya sudah direncanakan dari awal oleh operator, saya kira hal mudah soal seperti itu," ujarnya.

Ia juga berharap, adanya masalah di PSSI segera diselesaikan. Jika berlangsung kongres, diharapkan PSSI bisa memilih figur yang benar-benar mengetahui sepak bola.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) melihat dinamika yang terjadi dalam tubuh federasi tertinggi sepak bola Indonesia itu, sehingga Komite Eksekutif akhirnya memutuskan untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

"Harus cari orang yang mencintai bola lahir batin. Yang punya pengalaman sekaligus record di bola yang membanggakan," kata dia. 

Manajer Persik Kediri Beny Kurniawan mengakui hingga kini manajemen belum menerima hadiah yang dijanjikan saaat berhasil memenangi juara Liga III. Persik mendapatkan hadiah Rp300 juta, best player Rp15 juta dan top scorer Rp15 juta, sehingga secara total adalah Rp330 juta yang belum diterima oleh manajemen hingga kini. 

"Totalnya Rp330 juta. Kalau kami pernah tanya saat kongres di Bali, dijanjikan sebelum kompetisi. Tapi, kami juga tidak tahu, karena PSSI saat ini masih seperti ini dan belum jelas KLB akan berlangsung," kata dia. 

Beny juga sangat berharap agar PSSI segera memberikan hak Persik. Rencananya, hak itu akan dimanfaatkan untuk operasional Persik serta berbagai kebutuhan lainnya termasuk untuk pemain. 

Untuk saat ini, Beny mengatakan sedang menyiapkan tim. Manajemen telah menunjuk Nazal Mustofa sebagai pelatih kepala untuk melatih kesebelasan ini dalam pertandingan Liga II 2019. Dipilihnya yang bersangkutan sebagai pelatih berdasarkan diskusi dengan pemain, asisten pelatih, manajemen Persik Kediri. Selain itu, Nazal juga dinilai banyak tahu tentang pemain Persik. 

Selain Persik Kediri, PSSI juga belum memberikan hadiah untuk PSCS Cilacap sebagai runner-up Liga 3 2018. Tim berjuluk Laskar Nusakambangan itu dijanjikan hadiah senilai Rp150 juta, dan hingga kini belum diterima. (*)
 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar