"Urban Farming" di Surabaya

id Urban Farming, Surabaya, Sumur Welut

Petani memanen cabai merah di kawasan lahan pertanian Sumur Welut di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/2/2019). Pemkot Surabaya memberdayakan kelompok-kelompok tani di wilayah itu melalui program pertanian perkotaan atau 'urban farming' yang diharapkan menjadi salah satu solusi mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di Kota Surabaya. Antara Jatim/Zabur Karuru


Surabaya (Antaranews Jatim) -  Program urban farming atau pertanian perkotaan dengan memberdayakan kelompok-kelompok tani menjadi salah satu solusi mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Sebagian besar masyarakat di wilayah Kelurahan Sumur Welut bekerja di bidang pertanian. Mereka menerapkan  urban farming  dengan memanfaatkan lahan kosong untuk usaha berbagai jenis pertanian, seperti cabai, padi dan sayuran.

Menurut Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), hampir sekitar 80 persen masyarakat di Kelurahan Sumur Welut memilih untuk bertanam cabai dengan alasan jenis tanaman hortikultura ini dinilai lebih menghasilkan keuntungan dengan masa tanam yang relatif cepat.

Sementara untuk mendukung hasil produk pertanian mereka, dalam setiap bulan Pemkot Surabaya juga mengadakan kegiatan bertajuk minggu pertanian, sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan dan mempromosikan produk pertanian, perikanan dan peternakan di Kota Surabaya.

Video : Naufal Ammar
Foto : Zabur Karuru
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar