Korban Tenggelam di Bojonegoro Sudah Diserahkan ke Keluarganya

id korban tenggelam, Kanor Bojonegoro, Bengawan Solo, TIM SAR Bojonegoro, Nadif Ulfia, antaranews jatim

Korban Tenggelam di Bojonegoro Sudah Diserahkan ke Keluarganya

Sejumlah anggota Tim SAR BPBD Bojonegoro, melakukan pencarian korban tenggelam di Bengawan Solo di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor. (BPBD/Istimewas)

Korban Suwarno langsung diserahkan kepada keluarganya setelah ditemukan di Bengawan Solo di Desa Piyak, Kecamatan Kanor, pada Minggu (10/2) pukul 23.30 WIB.
Bojonegoro (Antaranews Jatim) - Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, Nadif Ulfia mengatakan korban tenggelam di Bengawan Solo di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, atas nama Suwarno (43), sudah ditemukan untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarganya.

"Korban Suwarno langsung diserahkan kepada keluarganya setelah ditemukan di Bengawan Solo di Desa Piyak, Kecamatan Kanor, pada Minggu (10/2) pukul 23.30 WIB," kata dia  di Bojonegoro, Senin.

Menurut dia, korban Suwarno ditemukan masyarakat dalam keadaan mengambang di Bengawan Solo sekitar 2 kilometer dari lokasi perahu korban tenggelam.

"Setelah menjalani autopsi korban Suwarno langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan," ucapnya menambahkan.

Korban Suwarno, tenggelam di Bengawan Solo di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, dalam kecelakaan perahunya  terbalik dan tenggelam, Sabtu (9/2) sekitar pukul 18.00 WIB.

Ketika itu, dengan perahu Suwarno bersama dengan anaknya Faris (13) dan seorang warga Desa Piyak, Kecamatan Kanor, Munadim, akan mengambil jangkar yang dimanfaatkan untuk menambang pasir di tengah Bengawan Solo.

Saat akan mengambil jangkar di tengah Bengawan Solo itu, perahunya terbalik dan tenggelam. Dalam kejadian itu  Faris dan Munadim berhasil diselamatkan warga dengan perahu, sedangkan Suwarno terseret derasnya arus Bengawan Solo hingga tenggelam.

Sebelum itu, Tim SAR BPBD dengan berbagai pihak terkait lainnya dengan dilengkapi perahu karet dan perahu tradisional melakukan penyisiran di lokasi perahu korban tenggelam, juga di hilirnya.

"Arus air Bengawan Solo di lokasi korban tenggelam deras," ucapnya.

Yang jelas, menurut dia, sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro, korban tenggelam memperoleh santunan yang besarnya Rp2,5 juta.

"Pemberian santunan masih dalam proses tidak bisa langsung diberikan," ucapnya.

Ia menambahkan selama Januari sampai Februari, sudah ada kejadian tiga korban tewas tenggelam termasuk di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor.

"Semua korban tewas tenggelam memperoleh santunan uang Rp2,5 juta yang diserahkan kepada ahli warisnya," katanya. (*)

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar