Wisatawan Malaysia Dominasi Kunjungan ke Jatim

id wisatawan asing ke Jatim, wisatawan ke jatim, wisatawan, wisatawan mancanegara

Wisatawan Malaysia Dominasi Kunjungan ke Jatim

Sejumlah wisatawan asal Belanda saat mengunjungi Gunung Bromo di Dusun Cemara Lawan, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (18/12). (Dok. Antarajatim/Fiqih Arfani)

wisatawan asing yang mendominasi kunjungan ke Jatim berasal dari 10 negara
Surabaya (Antaranews Jatim) - Wisatawan asal Malaysia mendominasi kunjungan ke Jawa Timur selama November 2018, dengan kontribusi 27,68 persen dari total 29.992 orang yang masuk melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono di Surabaya, Kamis, mengatakan, setelah Malaysia, diikuti wisatawan dari Singapura di posisi kedua dan Tiongkok di posisi ketiga yang masing-masing berkontribusi 7,17 persen dan 4,92 persen.

Teguh mengatakan, wisatawan asing yang mendominasi kunjungan ke Jatim berasal dari 10 negara, yakni Malaysia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, Jepang, India, Hongkong, Amerika Serikat, Thailand, dan Korea Selatan.
     
Wisatawan asing asal 10 negara tersebut berkontribusi 50,84 persen dari total kedatangan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur pada November 2018.

Sedangkan secara kumulatif, selama Januari-November 2018, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jatim naik sebesar 32,33 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 223.958 orang menjadi 296.356 orang.

"Khusus untuk kunjungan pada November 2018 naik sebesar 15,63 persen atau mencapai 29.992 orang dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 25.938 orang," katanya.

Sementara untuk kenaikan rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara Wisman dari 10 negara adalah mencapai 11,88 persen, dan wisatawan asal Malaysia merupakan yang terbanyak selama periode Januari-November 2018 sebanyak 60.636 orang, disusul Singapura sebanyak 26.807 orang dan Tiongkok 14.879 orang. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar