Jatim Gandeng Jateng Integrasikan Kunjungan Wistawan Mancanegara

id wisatawan asing ke Jatim, wisatawan mancanegara ke Jatim, wisatawan jatim

Jatim Gandeng Jateng Integrasikan Kunjungan Wistawan Mancanegara

Marketing Manager Culture And Tourism Service Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Susariningsih (A Malik Ibrahim)

Saat ini pergerakan wisatawan asing ke Jawa Timur mencapai 690.525 orang, dan kami dorong bisa mencapai 1 juta kunjungan di akhir tahun
Surabaya (Antaranews Jatim) - Provinsi Jawa Timur menggandeng Jawa Tengah untuk mendorong integrasi kunjungan wisatawan mancanegara di kedua wilayah agar menjadi satu paket kunjungan sekaligus, sehingga menambah total jumlah kunjungan di kedua wilayah.
       
Marketing Manager Culture And Tourism Service Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Susariningsih di Surabaya, Senin mengatakan, dorongan integrasi dengan Jateng di bidang pariwisata juga untuk mengejar target nasional terkait kunjungan 1 juta wisatawan mancanegara ke Jatim.
       
"Saat ini pergerakan wisatawan asing ke Jawa Timur mencapai 690.525 orang, dan kami dorong bisa mencapai 1 juta kunjungan di akhir tahun," kata Susariningsih, saat acara sosialisasi Misi Penjualan Destinasi Prioritas Borobudur di 6 kota yang digelar di Surabaya.
     
Ia mengatakan, untuk kunjungan wisatawan lokal hingga hari ini mencapai 65 juta orang, dan 80 persen merupakan wisatawan antarkabupaten kota.
     
Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi setempat melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda pada Agustus 2018 naik sebesar 25,70 persen dibandingkan Juli 2018, yaitu dari 27.181 kunjungan menjadi 34.166 kunjungan.
     
Untuk negara asal wisatawan, Malaysia paling mendominasi yang mencapai 8.338 kunjungan atau naik 38,90 persen, diikuti Singapura dengan 3.011 kunjungan atau naik 73,85 persen, dan kebangsaan Tiongkok sebanyak 1.763 kunjungan atau naik sebesar 62,34 persen dibandingkan bulan Juli 2018.
     
Peningkatan wisatawan mancanegara ke Jatim, sesuai data BPS disebabkan adanya perhatian dan upaya dari pemerintah daerah dengan memunculkan objek wisata baru yang menarik untuk dikunjungi
di Jawa Timur.
     
Selain itu, promosi pariwisata baik tempat, sarana akomodasi, maupun event-event yang dilakukan oleh dinas instansi terkait yang semakin rutin. (*)

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar