Museum WR Soepratman Surabaya Diresmikan Bertepatan 10 November

id museum wr. soepratman,peresmian museum WR soepratman,peringatan hari pahlawan,hari pahlawan 10 novermber

Museum WR Soepratman Surabaya Diresmikan Bertepatan 10 November

Museum WR Soepratman yang berada di Jalan Mangga Nomor 21 Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur. (istimewa)

masyarakat bisa mengunjungi museum itu setiap harinya tanpa dipungut biaya, mulai pagi sampai sore
Surabaya (Antaranews Jatim) - Museum WR Soepratman yang berada di Jalan Mangga nomor 21 Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur, akan diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada Sabtu, 10 November 2018.
     
Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Surabaya Antiek Sugiharti di Surabaya, Jumat, mengatakan, peresmian itu baru bisa dilakukan pada tahun ini dari rencana semula pada 2017. 
     
"Tertundanya peresmian karena perlu persiapan lebih matang. Kami perlu menata ulang, di antaranya membenahi rumah, kemudian akses jalan menuju rumah," katanya.
     
Menurut dia, nantinya rumah komponis lagu kebangsaan Indonesia Raya itu akan menjadi ikon baru sejarah Kota Pahlawan. Selain itu, museum WR Soepratman juga akan menjadi tempat pembelajaran bagi anak-anak.
     
"Untuk itu, kami masih berusaha untuk menambah koleksi museum dan menjalin kerja sama dengan beberapa museum nasional," ujarnya.
     
Adapun beberapa benda peninggalan WR Soepratman yang diupayakan menjadi koleksi museum, di antaranya konsep tulisan lagu dan foto-foto pergerakan.
     
"Kami juga akan membuat replika biola dan berusaha mengumpulkan nama jalan beliau dan kalimat terakhir sebelum wafat. Kami akan buat memorabilia," katanya.
     
Sesuai rencana, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dijadwalkan meresmikan museum WR Soepratman. Peresmian tersebut digelar bersamaan dengan sekolah kebangsaan yang diikuti sekitar 100 anak-anak. 
     
Setelah peresmian, masyarakat bisa mengunjungi museum itu setiap harinya tanpa dipungut biaya, mulai pagi sampai sore.
     
"Kita berharap WR Soepratman bisa menjadi insiprasi, kalau berjuang itu tidak harus angkat senjata. Melainkan dengan keahlian yang dimiliki dengan menulis lagu," katanya.
     
Disinggung soal keluarga besar pencipta Lagu Indonesia Raya itu, Antiek menegaskan kalau Pemkot Surabaya tidak mau terlibat. "Itu urusan keluarga, nanti pihak keluarga kita undang semua, baik itu yang di Surabaya maupun Jakarta," katanya.
     
Antik mengatakan, rumah bergaya kolonial tersebut menjadi saksi bisu sebelum komponis itu tutup usia. WR, Supratman tinggal selama setahun, kemudian meninggal pada 17 Agustus 1938 di rumah tersebut. 
     
Ada berbagai benda peninggalan pahlawan nasional kelahiran 9 Maret 1903 tersebut, mulai tempat tidur, meja kursi, biola, hingga setelan jas yang dikenakan dalam Kongres Pemuda 28 Oktober 1928. 
     
Rumah bersejarah itu terdiri atas beberapa bagian, yakni pada bagian utama dibagi menjadi dua ruangan untuk kamar tidur dan ruang tamu. Lalu, ada area tengah berupa halaman dan sebuah gudang kecil. 
     
Pada halaman belakang rencananya dibuat relief dinding yang isinya cerita tentang perjalanan dan perjuangan WR Soepratman. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar