"Tujuan membangun museum Wage Rudolf (Wage Rudolf) Soepratman agar generasi muda mengerti perjuangan pahlawan di masa lalu," kata Tri Rismaharini di acara peresmian WR Soepratman.
Rumah bergaya kolonial tersebut menjadi saksi bisu sebelum komponis itu tutup usia. WR, Supratman tinggal selama setahun, kemudian meninggal pada 17 Agustus 1938 di rumah tersebut.
Ada berbagai benda peninggalan pahlawan nasional kelahiran 9 Maret 1903 tersebut, mulai tempat tidur, meja kursi, biola, hingga setelan jas yang dikenakan dalam Kongres Pemuda 28 Oktober 1928.
Rumah bersejarah itu terdiri atas beberapa bagian, yakni pada bagian utama dibagi menjadi dua ruangan untuk kamar tidur dan ruang tamu. Lalu, ada area tengah berupa halaman dan sebuah gudang kecil.
Video Oleh M. Risyal Hidayat
Pewarta: M. Risyal HidayatEditor : Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.