Madiun (Antaranes Jatim) - PT Industri Kereta Api (Persero) di Kota Madiun, Jawa Timur mulai mengembangkan program edukasi wisata di perusahaannya untuk menjadi tempat tujuan wisata yang menarik dan mendidik.
"Kami mulai ada program bahwa PT INKA menjadi tujuan wisata. Jadi dari kota-kota lain, dari akademisi, dan segala macam silakan datang ke PT INKA," ujar Direktur Produksi PT INKA (Persero) Bayu Waskito Sudadi saat menjadi narasumber kegiatan Seminar Investasi Manufaktur dan Pariwisata yang digagas oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri di Sun Hotel Madiun, Jumat.
Menurut dia, melalui program edukasi wisata tersebut, pengunjung yang datang ke PT INKA dapat belajar atau ingin mengetahui sejarah tentang kereta api dan proses produksi kereta api secara umum.
"Ini baru dan tentu akan sangat menarik," ungkapnya dalam seminar yang bertema "Upaya Mendorong Pertumbuhan Investasi Manufaktur dan Pariwisata di eks-Keresidenan Madiun-Kediri Pasca-Pembangunan Tol Trans Jawa dan Double Track Railway".
Namun demikian, pihaknya belum menjelaskan secara rinci, tentang teknis pelaksanaan dari pengembangan program edukasi wisata dari PT INKA tersebut.
Bayu menjelaskan, sebagai industri manufaktur, pihaknya mengaku sangat diuntungkan dengan adanya pembangunan Pembangunan Tol Trans Jawa dan Double Track Railway" yang melintasi wilayah Madiun. Sebab hal itu akan memudahkan PT INKA.
"Di antaranya dalam hal pengiriman produk ke pemesan. Contohnya ketika mengirim kereta pesanan Bangladesh tahap pertama. Saat itu tol belum jadi, dan kami sangat kesulitan untuk membawa kereta pesanan dari INKA di Madiun menuju ke pelabuhan," terangnya.
Ia menyatakan, biaya pengiriman kereta-kereta pesanan Bangladesh saat itu mencapai Rp38 miliar. Dari jumlah tersebut, sebagian besar diperuntukkan untuk trasportasi dari Madiun menuju ke pelabuhan yang belum ada tol.
"Diharapkan dengan pembangunan dan beroperasinya tol dari Madiun menuju pelabuhan, akan semakin memudahkan kinerja INKA ke depannya. Terlebih INKA saat ini fokus pada pasar ekspor," ujarnya.
Semetara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto mengatakan, Seminar Investasi Manufaktur dan Pariwisata tersebut bertujuan untuk mendorong investasi dan industri di wilayah Mataraman pasca-pembangunan tol Trans Jawa dan double track railway atau jalur ganda kereta api.
"Salah satu fokus pemerintah terkait hal itu adalah mendorong perbaikan "Current Account" yang antara lain dilakukan dengan mendorong investasi terutama industri yang berorientasi ekspor dan subtitusi impor, pariwisata, dan memperkuat perekonomian domestik," kata Djoko.
Narasumber yang dilibatkan dalam seminar tersebut, di antaranya Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim, Direkur PT SIER, Wali Kota Madiun, Bupati Madiun, dan INKA. Seminar diikuti oleh kepala daerah atau perwakilannya di wilayah eks-Keresidenan Madiun-Kediri, intansi, perbankan, pelaku wisata, dan pengusaha.
Adapun, seminar ekonomi tersebut merupakan bagian dari serangkaian kegiatan Festival UMKM dan Pengembangan Ekonomi Daerah Pasca-Tol Trans Jawa dan "Double Track Railway yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kediri di Kota Madiun mulai tanggal 2-4 November 2018.
Selain Festival UMKM dan seminar, juga digelar kegiatan bazar kopi rakyat, temu responden, keuangan inklusi, klinik bisnis, dan kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). (*)
