Mahasiswa Unej Belajar Kebijakan Pertanian Terintegrasi Korsel

id kuliah umum,kebijakan pertanian,pertanian terintegrasi,universitas jember

Mahasiswa Unej Belajar Kebijakan Pertanian Terintegrasi  Korsel

Prof Lee Won Young dari Kyungpook National University (KNU) Korea Selatan menyampaikan materi kuliah umum kepada mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi (Foto Humas Unej)

Saya melihat Indonesia juga memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan pertanian, asal memiliki komitmen membuat kebijakan pertanian yang baik
Jember (Antaranews Jatim) - Mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi Universitas Jember (Unej) belajar kebijakan pertanian yang terintegrasi di Korea Selatan melalui kuliah umum yang digelar di lantai 3 Gedung Pascasarjana Unej, Jawa Timur, Jumat.

Kuliah umum bertema 6th Order Industry for Agriculture Society Which Related with Korea Policy itu menghadirkan Prof Lee Won Young, Guru Besar Kyungpook National University (KNU) Korea Selatan.

"Pemerintah Korsel serius mengembangkan sektor pertanian, dibuktikan dengan membuat kebijakan pertanian yang terintegrasi," katanya di Kampus Unej.

Ia mengatakan, pemerintah Korea Selatan menetapkan daerah khusus, di mana dalam satu wilayah terdapat lahan pertanian, pabrik pemrosesan hasil pertanian, beserta fasilitas pendukung yang dilengkapi fasilitas pemasaran.

"Jadi, contohnya, kami tidak hanya memproduksi beras, tapi beras yang unik, misalnya mengandung betakaroten dengan bioteknologi yang dikemas dengan baik. Tidak hanya mampu menghasilkan beras, kami juga membuat penanak nasinya juga, yang kemudian dipasarkan oleh bintang-bintang K-Pop," tuturnya.
 
Menurut Prof Lee Won, bintang-bintang K-Pop yang menjadi ujung tombak pemasaran produk Korea Selatan, termasuk mempopulerkan kimchi juga. Kini, Korea Selatan memasuki tahapan pertanian yang dikenal sebagai era masyarakat industri pertanian yang keenam.
 
"Keberhasilan Korea Selatan mengembangkan pertanian hingga seperti saat ini melalui proses yang panjang," ucap pria yang sehari-harinya mengajar di School of Food Science Biotechnology, KNU.
 
Dimulai pada dekade tahun 1960-an, kemudian pada dekade 1970-an muncul perusahaan swasta yang mulai terlibat dalam mekanisasi bidang pertanian, yang dilanjutkan dengan periode tahun 1990-an dengan modernisasi pertanian, serta dekade 2010-an yang mulai memasuki era internet of things (IoT) dalam pertanian.
 
"Saya melihat Indonesia juga memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan pertanian, asal memiliki komitmen membuat kebijakan pertanian yang baik. Apalagi didukung oleh sumber daya alam dan ketersediaan sumber daya manusia yang melimpah," katanya.

Ia mengatakan, salah satu cara untuk memberikan pendidikan kepada para petani adalah pemerintah Korea Selatan bekerja sama dengan perguruan tinggi, seperti di KNU yang memiliki akademi petani yang memberikan banyak pelatihan, serta meneruskan berbagai informasi dan kebijakan yang diputuskan pemerintah Korea Selatan di bidang pertanian.
 
Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Bioteknologi Pascasarjana Unej Prof Tri Agus Siswoyo mengatakan, Unej akan memfasilitasi para petani di Besuki Raya untuk mendapatkan berbagai pelatihan melalui fasilitas Science Techno Park (STP) di Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

"Kini masih dalam taraf pembangunan dengan bantuan dari Islamic Development Bank," katanya.

Kegiatan kuliah umum bertema 6th Order Industry for Agriculture Society Which Related with Korea Policy ini kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi Unej.(*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar