Surabaya (Antaranews Jatim) - Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Kediri, KH Anwar Iskandar (Gus War) menyampaikan tantangan ulama saat ini dan masa mendatang adalah menghadapi musuh tak terlihat.
“Ini yang disebut ‘proxy war’ yaitu perang melawan yang tak terlihat, tapi menggerus umat Islam dan NKRI,” ujarnya di hadapan puluhan ribu umat Islam berselawat di Lapangan parkir Stadion Kanjuruhan, Sabtu (27/10) malam.
Pada siaran pers yang diterima Antara di Surabaya, Minggu, Gus War melihat munculnya paham radikal yang memanfaatkan teknologi informasi dengan tersebarnya informasi-informasi hoaks di dunia maya.
Karena itulah ia berharap seluruh ulama dan umat Islam di Tanah Air, khususnya generasi muda, selalu bersama menjaga keutuhan NKRI.
Di tempat sama, Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban KH Agoes Machsum Faqih (Gus Maksum) di sela sambutannya menegaskan pentingnya umat muslim menjaga persaudaraan di tengah perbedaan akhir-akhir ini.
Sebagai bangsa yang dikaruniai keberagaman, kata dia, sudah sepatutnya selalu bersyukur dengan menjadikan keberagaman sebagai harmoni.
“Tidak menjadikan perbedaan sebagai perpecahan tetapi sebagai rahmat dari Allah SWT untuk bangsa,” kata ulama pencetus gerakan tanda pagar #2019TetapBersaudara tersebut.
Sementara itu, selawat dan doa bersama bertujuan menjaga keutuhan NKRI yang merupakan hasil kerja bareng sejumlah organisasi islam di Kabupaten Malang yaitu Nahdatul Ulama, Dewan Masjid, Forum Santri Nasional (Forsana) yang didukung penuh Pemkab Malang.
Habib Abdurahman Baraqbah, pimpinan Khodimul Majelis Riyadlul Jannah yang mengawali acara, berharap lantunan zikir dan selawat bisa menembus ke jiwa serta menghasilkan energi untuk menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara lebih baik. (*)
