"Buffer Area" Perlancar Lalu Lintas di Pelabuhan

id ipc, antarajatim, lampung, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), Tempat Penimbunan Sementara berbasis Dalam Jaringan, tps online, buffer are

Buffer area IPC (Zabur Karuru/Antara Jatim)

Ya, keberadaan Buffer Area memperlancar truk-truk kontainer kita di sana. Antrian lebih tertib dan semakin cepat
Jakarta, (Antara) - Parkir truk kontainer (Buffer Area) terbukti memperlancar arus lalu lintas truk kontainer di area Pelabuhan. Dengan lancarnya area jalan pelabuhan, keberadaan kantong parkir yang berada di area Pelabuhan Tanjung Priok tersebut membantu mempersingkat waktu antran kendaraan yang hendak menuju terminal-terminal di pelabuhan.

"Ya, keberadaan Buffer Area memperlancar truk-truk kontainer kita di sana. Antrian lebih tertib dan semakin cepat," kata Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (9/10).

Meskipun antrean semakin tertib dan lancar, namun pihaknya belum menghitung efisiensi "cost" terkait adanya efisiensi waktu antrean truk di Pelabuhan.

"Akan semakin efisien, jika IPC menambah dua buffer area di luar area, seperti di bagian timur pelabuhan. Penurunan cost logistik akan semakin signifikan," ujarnya.

Agar lebih efisien, Tarigan berharap IPC juga memberlakukan sistem "Truck Booking Return Cargoo" (TBRC) supaya keteraturan lalu lintas truking dari buffer area ke terminal atau pelabuhan bisa terjaga.

"Kami apresiasi disiapkan buffer area ini, tapi sebaiknya ke depan ditambah lagi luasnya. Tambahan ini untuk mengakomodir kegiatan pelayanan domestik dan layanan kontainer di terminal Mustika Alam Lestari (MAL) dan Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok."

Dia menjelaskan, pergerakan dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok berasal dari "hinterland" Industri di Timur Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya. Khusus pergerakan truk dari timur didominasi dari hinterland Bekasi, Cikarang, Kerawang, Cikampek, Bandung, dan sekitarnya.

Karenanya, dia mengusulkan truk dari arah timur mau ke buffer area Martadinata seharusnya bisa masuk melalui sembilan Pelabuhan di Tanjung Priok.

Sebelumnya, Direktur Operasional dan Sistem Informasi IPC, Prasetyadi menyampaikan IPC terus berbenah untuk memperlancar kegiatan bongkar muat di Pelabuhan. Salah satunya dengan melakukan penataan lahan parkir.

"IPC terus berbenah untuk memperlancar kegiatan bongkar muat di Pelabuhan. Salah satunya dengan melakukan penataan lahan parkir, termasuk memanfaatkan kantong parkir kendaraan kontainer, yang lokasinya berada di bekas lahan pabrik Pacific Paint, Jalan R.E. Martadinata, Jakarta Utara," ujarnya.

Prasetyadi menjelaskan, luas buffer area yang disiapkan sekitar dua hektar. Kantong parkir seluas itu akan mampu menampung sekitar 1.100 truk kontainer setiap hari. Lahan buffer area itu sendiri dilengkapi dengan fasilitas informasi, di mana para pengemudi truk bisa memonitor antrean bongkar muat barang di terminal yang dituju.(*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar