Perhutani Buka Pembelian Kayu Gelondongan Via Daring

id Kayu Gelondong, Kayu Log, Perhutani, IBD Expo 2018

Perhutani Buka Pembelian Kayu Gelondongan Via Daring

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (tengah) saat meninjau sejumlah booth BUMN di sela 'Indonesia Business and Development' (IBD) 2018 yang digelar di Convex Hall Grand City Surabaya, Rabu (3/10). (Foto Fiqih Arfani) (Foto Fiqih Arfani/)

selain mengandalkan penjualan kayu log, Perhutani kini juga sedang memacu perolehan pendapatan dari industri nonkayu, berupa gumrosin dan menggerakkan sektor wisata alam yang dimiliki.
Surabaya (Antaranews Jatim) - Perum Perhutani mulai membidik pasar daring/online dengan mengenalkan penjualan kayu gelondong atau biasa disebut dengan kayu log di Pameran Indonesia Business & Developent Expo (IBD expo) di Grand City Surabaya,

Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Timur Endung Trihartaka di Surabaya, Sabtu mengatakan, pembukaan pasar daring bertujuan agar terhindar dari transaksi kayu illegal, serta untuk menghemat waktu dibandingkan secara konvensional.

"Sistem daring ini bisa diakses di www.tokoperhutani.com," kata Endung kepada wartawan di acara IBD expo Grand City Surabaya.

Ia mengatakan, tata cara membeli kayu melalui daring adalah pertama memilih kapling kayu secara daring dan pembeli akan mendapat kode booking, kemudian dilanjutkan dengan membayar langsung kayu yang telah dipilih.

"Bukti pembayaran dapat digunakan untuk  pengambilan kayu di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Perum Perhutani," katanya.

Ia mengatakan, selain mengandalkan penjualan kayu log, Perhutani kini juga sedang memacu perolehan pendapatan dari industri nonkayu, berupa gumrosin dan menggerakkan sektor wisata alam yang dimiliki.

"Wisata alam Perhutani ini diyakini mampu mendongkrak pendapatan selain dari penjualan kayu dan gumrosin. Dan Perhutani sendiri saat ini juga memiliki 236 destinasi wisata yang tersebar dari ujung timur sampai ujung barat Pulau Jawa," katanya.

Namun demikian, kata dia, kontribusi bisnis dari sektor pariwisata ini memang relatif kecil dibanding dengan perolehan pendapatan dari kayu dangumrosin.

"Kami tetap optimistis dari sektor pariwisata ini dapat segera mendongkrak pendapatan perusahaan kedepannya," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar