Polisi Korban Ledakan di Surabaya Dikabarkan Membaik

id serangan bom di surabaya, bom bunuh diri, korban ledakan, korban bom bunuh diri, polisi korban bom bunuh diri, rsud dr soetomo, surabaya

Polisi Korban Ledakan di Surabaya Dikabarkan Membaik

Sejumlah umat lintas agama melakukan doa bersama untuk korban teror bom gereja di Surabaya, serta menyerukan pesan perdamaian bagi bangsa di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, Surabaya, Jumat (18/5). (Antara Jatim/M Risyal Hidayat/zk/18)

Banyak serpihan bom melekat di tubuhnya saat pertama kali pasien Nurhadi dibawa ke RSUD Dr Soetomo
Surabaya (Antaranews Jatim) - Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Achmad Nurhadi, seorng polisi yang menjadi salah satu korban ledakan serangan bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya Surabaya,sa at ini kondisinya dikabarkan membaik.

"Pasien sudah bisa berkomunikasi. Itu artinya kondisinya sudah membaik," ujar Kepala Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya dr Pesta Parulian kepada wartawan di Surabaya, Sabtu.

Aiptu Nurhadi adalah salah satu petugas yang melakukan penghadangan terhadap dua orang pelaku bom bunuh diri yang saling berboncengan sepeda motor berupaya menerobos masuk ke dalam Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagle Madya Surabaya, pada 13 Mei lalu.

Menurut keterangan saksi mata, tubuh Aiptu Nurhadi terhempas saat bom bunuh diri itu kemudian diledakkan oleh kedua pelaku di atas sepeda motornya.

"Banyak serpihan bom melekat di tubuhnya saat pertama kali pasien Nurhadi dibawa ke RSUD Dr Soetomo," ujar Pesta.

Serpihan bom tersebut di antaranya juga bersarang di kedua mata Aiptu Nurhadi. Seluruh serpihan bom yang melekast di tubuh Aiptu Nurhadi, menurut Pesta, sudah dibersihkan, termasuk yang melekat di salah satu matanya.

"Pemeriksaan terhadap kondisi pasien Nurhadi masih harus rutin dilakukan. Sekarang kondisinya terbilang membaik karena sudah bisa diajak berkomunikasi. Tinggal dilakukan pemulihan kondisi fisik maupun psikisnya yang saya rasa membutuhkan waktu yang cukup lama," katanya.

Serangan bom bunuh diri terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, selama dua hari, 13 - 14 Mei. Kemarin RSUD Dr Soetomo mengumumkan seorang lagi korban meninggal dunia atas nama Giri Catur Sungkowo, setelah hampir sepekan menjalani perawatan luka bakar akibat ledakan di Gereja Pantekosta, Jalan Arjuno Surabaya, pada 13 Mei.

Dengan begitu tercatat korban meninggal akibat serangan bom bunuh diri hingga kini berjumlah 14 orang, selain 48 lainnya mengalami luka-luka. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar