Kehidupan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dapat memotivasi semua orang, termasuk kesederhanaan dan keramahan beliau dari kecil hingga saat ini,
Jember (Antaranews Jatim) - Perjalanan hidup Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dipaparkan dalam bedah buku berjudul "Anak Sersan Jadi Panglima" yang digelar Centre of Local Economics and Politics Studies (CoLEPS) di Gedung Graha Bina Insani Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat.

Buku itu ditulis oleh mantan jurnalis Eddy Suprapto yang memaparkan bahwa latar belakang ditulisnya sosok Hadi Tjahjanto ke dalam sebuah buku karena kepribadian tokoh bersangkutan dinilai memiliki nilai profesionalitas, integritas, dan moralitas yang cukup kuat.

"Kehidupan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dapat memotivasi semua orang, termasuk kesederhanaan dan keramahan beliau dari kecil hingga saat ini," kata Eddy Suprapto di Jember.

Ia mengatakan keterbatasan perekonomian keluarga Panglima saat itu sebagai putra dari Bambang Sudarto dan Nur Sa?adah dengan pangkat yang rendah di Angkatan Udara Republik Indonesia.

"Segala kekurangan itu menjadi mantra bagi seorang ibu yang mengatakan kekurangan ekonomi merupakan ujian, jika ingin sukses menjadi orang besar, maka harus lulus ujian dan harus mampu menjalani hidup dalam kekurangan dengan tabah," katanya menirukan ucapan ibu Nur Sa?adah yang menyemangati anak-anaknya termasuk Hadi Tajahjanto kala itu.

Dalam buku tersebut juga memotret secara detail kehidupan Panglima Hadi dan kisahnya menjadi sangat inspiratif karena latar belakangnya yang berasal dari kalangan tidak mampu, bahkan pernah menjadi seorang caddy dan pembuat kue donat demi membantu orang tuanya membiayai sekolahnya dan adik-adiknya.

Sementara Dosen FISIP Universitas Jember Abdul Haris Suryo Negoro lebih menyoroti pada profil pribadi sang Panglima dengan kepribadian yang dimiliki nya dapat menjadi teladan bagi masyarakat umum, khususnya generasi muda.

"Kharismatik yaitu kemampuan pemimpin didengar, kemudian inspiratif bagi banyak orang dan bisa menjadi contoh dalam meningkatkan performa bagi internal maupun eksternal," katanya.

Menurutnya konsiderasi individual yaitu bentuk perhatian atasan kepada bawahan sehingga akan muncul kehormatan kepada pimpinan yang loyal, sedangkan stimulasi intelektual yaitu pimipinan mampu memberikan motivasi pada waktu-waktu tertentu ketika organisasi mengalami penurunan.

Sementara Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar menilai Panglima Marsekal Hadi Tjahyanto memiliki kemampuan beradaptasi disegala ruang jabatan dan tugas yang diemban nya, kemudian memiliki kemampuan mengevaluasi, berinovasi, dan memiliki kemampuan memprediksi.

"Pengetahuan menjadi modal utama para taruna yakni skill, kepemilikan kemampuan pada bidang terkait, kemudian kepemilikan sikap yang baik merupakan syarat utama manusia untuk sukses dunia dan akhirat, terlebih lagi sikap yang baik terhadap orang tua karena orang tua adalah wali tanpa nama," katanya. (*)

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026