Ke Kampung Durian Banyuwangi Yuk! (Video)

id Kampung durian, durian banyuwangi, durian merah, durian pelangi

Ke Kampung Durian Banyuwangi Yuk! (Video)

Bupati Abdullah Azwar Anas (baju merah dan berudeng) menyuguhkan durian kepada pengunjung di Kampung Durian. (Istimewa)

Selain Songgon, banyak kecamatan lainnya yang juga penghasil durian. Hanya saja jumlahnya tidak terlalu banyak seperti musim panen, sehingga tidak perlu khawatir.
Banyuwangi (Antaranews Jatim) - Objek wisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, betul-betul lengkap. Mulai dari wisata bahari, perkebunan, hingga suasana pergunungan dan kulinernya.

Untuk wisata kuliner, kabupaten berjuluk "Sunrise of Java" juga beragam, mulai dari yang disediakan langsung oleh alam hingga yang olahan. Salah satu kekayaan alam Banyuwangi yang layak dinikmati oleh wisatawan adalah duriannya yang memiliki beragama jenis, seperti durian merah, durian jingga, hingga durian pelangi.

Bahkan, wilayah paling timur di Pulau Jawa itu kini telah memiliki Kampung Durian yang layak dikunjungi oleh wisatawan penggemar kuliner, khususnya buah durian. Kampung itu diresmikan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada Sabtu, 17 Maret 2018. Kampung itu terletak di Dusun Sembawur, Desa Songgon, Kecamatan Sonngon.

Untuk mencapai lokasi itu, cukup memerlukan waktu sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor dari Kota Banyuwangi yang juga dikenal dengan seni budayanya ini. Kecamatan Songgon memang dikenal sebagai penghasil durian di Banyuwangi. Wilayah itu memiliki 465 hektare lahan yang ditanami durian dan khusus di Kampung Durian, terdapat sekitar 4.000 pohon buah dengan aroma menyengat itu.

"Ini merupakan kreasi masyarakat yang mampu memanfaatkan potensi kampungnya. Ini menarik, suasananya sejuk, cocok untuk liburan keluarga," ucap Anas.

Untuk mencapai lokasi itu, sesampainya di Dusun Sembawur, para pengunjung harus  berhenti di pintu gerbang menuju kampung durian. Semua kendaraan memang harus parkir dan ditampung di lokasi yang telah tersedia di sepanjang jalan.

Para pengunjung harus berjalan kaki di jalan setapak sejauh 500 meter. Di sepanjang jalan itulah, wisatawan dapat menikmati pemandangan mata melihat kebun durian yang  terbentang luas. Para petani durian di daerah itu menyediakan gubuk kayu di samping jalan, sementara durian disajikan yang dipetik langsung dari pohonnya.

Selain di sepanjang jalan, Kampung Durian juga menyajikan tempat khusus untuk bisa menikmati durian dengan nuansa yang lebih alami, dengan nama "Durian Garden Likin". Lokasi itu letaknya berada di ujung selatan jalan setapak di kampung tersebut. Kenyamanan lokasi itu juga dilengkapi dengan suara gemiricik air kali yang segar dan kolam-kolam ikan sehingga menambah suasana nyaman bagi pengunjung.

Di "Durian Garden Likin" tersebut, pengunjung dapat mencicipi durian bakar dengan rasa berbeda dari durian biasa. Kadar air buah durian yang dibakar menjadi berkurang sehingga rasanya lebih legit dan kesat.

Berbagai jenis varian durian khas tumbuh secara alami dan telah berpuluh tahun lamanya di kampung itu.

Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan Banyuwangi memiliki banyak varian durian. Durian merah saja memiliki 75 varian, belum yang jenis lainnya. Selain itu, durian Banyuwangi memiliki kekhasan rasa tersendiri.

Di Kampung Durian ini memang disediakan durian yang khas Banyuwangi yang tidak ada di tempat lain. Ini karena pihaknya ingin memperkenalkan durian khas Banyuwangi kepada masyarakat.

Asyiknya berkunjung ke Kampung Durian itu adalah karena tidak mengenal musim. Durian di Banyuwangi dapat dikatakan ada sepanjang musim.

"Selain Songgon, banyak kecamatan lainnya yang juga penghasil durian. Hanya saja jumlahnya tidak terlalu banyak seperti musim panen, sehingga tidak perlu khawatir," ujar Arief.(*)
Video Oleh Humas Pemkab Banyuwangi
 
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar