Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Lily Setiawaty Mukti di Bangkalan, Sabtu, paket wisata integratif itu dilakukan, karena masing-masing kabupaten di Pulau Madura, memiliki potensi wisata yang berbeda.
"Kalau Sumenep, potensi wisata kuat di bidang maritim dan kelautan dengan banyaknya pulau-pulau kecil yang ada di sana, Pamekasan makanan khas, Sampang alam, dan Bangkalan juga kuat di alam dan situs sejarah," katanya.
Jika potensi wisata di masing-masing kabupaten itu dipromosikan secara paket, ia yakin, wisatawan pasti akan banyak yang tertarik untuk datang ke Pulau Madura.
Lily menjelaskan, program paket wisata terintegratif ini juga dimaksudkan untuk mendukung program kunjungan tahun wisata yang kini dicanangkan oleh Pemkab Sumenep.
"Harapannya, agar wisatawan yang datang ke Sumenep tidak hanya di sana, akan tetapi juga bisa menikmati tempat-tempat wisata lain yang ada di Pulau Madura, baik di Pamekasan, Sampang ataupun yang ada di Bangkalan ini," katanya, menjelaskan.
Untuk Kabupaten Bangkalan, sambung Lily, nantinya akan memprioritaskan objek wisata di daerah pantai utara (pantura).
Ia menjelaskan, penentuan rute paket wisata itu nantinya akan melibatkan instansi yang membidangi kepariwisataan di Madura. Pihaknya kini juga mempersiapkan wisata yang akan dimasukkan dalam rute paket tersebut.
"Sekitar April ini akan ditentukan rutenya. Kalau yang paket wisata Madura, kami ajukan wisata di pantura, seperti Siring Kemuning," katanya, menjelaskan.
Khusus untuk paket wisata Bangkalan, Lily menyatakan, akan mempersiapkan pergelaran karapan sapi dengan sistem carter atau pesanan.
Pergelaran kegiatan itu, kata dia, memang dikhususkan bagi kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik yang datang ke Bangkalan.
"Paket wisata yang kami masukkan yakni wisata Guwa Pote Jaddih, Makam Aer Mata Ebu Arosbaya, dan beberapa objek yang lain," ujar Lily. (*)
Pewarta: Abd AzizEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.