Surabaya (Antara Jatim) - Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat melantik sebanyak 95 siswa internasional dari empat negara yang tergabung di komunitas sosial bernama Interact Club di Spins Internasional School Surabaya, Sabtu.
Pradeep Kumar di sela acara pelantikan mengapresiasi terbentuknya komunitas itu.
"Komunitas seperti ini penting untuk menjadi jembatan guna mempererat persahabatan India dan Indonesia di bidang pendidikan dan kebudayaan," kata dia
Dia mengatakan antara India dan Indonesia mempunyai budaya yang sangat dekat satu dengan yang lain. Selain itu, ada kurang lebih 100 ribu warga India yang ada di Indonesia untuk belajar, bekerja dan lainnya. Jadi Indonesia adalah negara yang cukup penting bagi India
Ketua Yayasan Spins International School Surabaya Manoj Phad menjelaskan Komunitas Interact Club dibentuk untuk membantu masyarakat sekitar terutama anak-anak kurang mampu dalam hal sarana belajar.
"Beberapa aksi sosial antara lain membantu anak kampung untuk bisa belajar, menyikat gigi, cuci tangan, menyumbang buku, bangku dan baju. Dari komunitas ini kami mencoba menanamkan niat atau komitmen untuk membantu sesama," kata Manoj.
Dia mengemukakan, Interact Club ini adalah klub pertama yang ada di Jawa Timur dan menjadi kedua di Indonesia setelah Solo. "Anggota klub terdiri dari anak usia 12 sampai 18 tahun dan anak sekolah lain boleh mengikuti perkumpulan ini," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, District Committee Chairman Rotary International Hermanto Angka mengatakan tujuan dibentuknya komunitas tersebut adalah untuk menyiapkan mereka menjadi pemimpin komunitas di masa depan dan ikut berkontribusi menciptakan perdamaian dunia.
Herman mengatakan salah satu kontribusi menciptakan perdamaian dunia salah satunya melalui program pertukaran pelajar. Program itu tak hanya menerima siswa asing untuk belajar di Indonesia selama setahun tapi juga mengirim anak Indonesia ke luar negeri untuk membuka pikiran anak sehingga di luar komunitas mereka masih ada dunia lain yang perlu dipelajari
"Hal itu supaya anak Indonesia menjadi anak-anak yang mengglobal. Pada saat memimpin di komunitas mereka mengerti di luar masih ada orang dengan pemikiran berbeda yang sama-sama baik," ujarnya.(*)
