Madiun (Antara Jatim) - Sebuah tebing setinggi 75 meter yang longsor mengancam rumah milik
Menan (54) warga Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa
Timur.


Menan di Madiun, Kamis, mengatakan tebing yang berada di belakang
rumahnya tersebut pada Rabu (20/1) malam longsor sebanyak dua kali.


"Longsor pertama tejadi pada Rabu sore selebar tiga meter dan
tinggi enam meter. Kemudian, pada Rabu malam saat hujan deras mengguyur
wilayah Mendak, longsor susulan yang lebih besar terjadi dan menimbun
halaman belakang rumah saya," ujar Menan.


Karena takut terjadi hal-hal yang membahayakan, ia dan keluarganya
akhirnya mengungsi ke rumah kerabatnya sejak Kamis pagi. Ia takut,
struktur tanah tebing yang labil akan runtuh dan mengenai bangunan
rumahnya.


Kepala BPBD Kabupaten Madiun, Edi Hariyanto, mengatakan pihaknya
bersama TNI dan Polri telah melakukan peninjauan ke lokasi tebing
longsor.


Ia mengimbau warga untuk waspada saat musim hujan berlangsung karena rawan longsor.


"Desa Mendak merupakan daerah yang rawan terjadi bencana tanah
longsor. Hal itu dikarenakan struktur tanahnya labil. Selain itu,
bangunan rumah warga yang berada di atas tebing atau di bawah tebing,
membuat sangat rawan terkena longsor," kata Edi.


Data BPBD Kabupaten Madiun menyebutkan ada 21 desa di lima
kecamatan kabupaten setempat yang rawan terdampak bencana alam tanah
longsor selama musim hujan berlangsung.


"Desa yang rawan longsor tersebut terdapat di lereng Gunung Wilis.
Di antaranya di Kecamatan Dagangan, Kare, Gemarang, Wungu, dan Saradan,"
kata dia.


Adapun ke-21 desa tersebut antara lain, Kecamatan Dagangan (Desa
Mendak, Tileng, Padas, Nganget, Segulung, dan Ketandan), Kecamatan Wungu
(Desa Kresek), Kecamatan Kare (Desa Bodag, Kare, Randualas, Bolo,
Kepel, Cermo). Kemudian, Kecamatan Gemarang (Desa Winong, Batok,
Durenan, Tawangrejo, Gemarang, Nampu), serta Kecamatan Saradan (Desa
Sumberbendo dan Klangon).


Sepanjang tahun 2012, BPBD Kabupaten Madiun telah menangani
sebanyak 10 kasus bencana tanah longsor. Jumlah tersebut naik pada tahun
2013 yang mencapai 16 kali longsor.


Sepanjang tahun 2014, BPBD telah menangani sebanyak enam kali
longsor. Sedangkan pada tahun 2015 terjadi banjir bandang dan longsor
besar di wilayah Kecamatan Dagangan.


Banjir bandang terjadi di Desa Segulung dan Joho, sementara
longsor terjadi di Desa Mendak dan Tileng. Dua warga tewas, belasan
rumah rusak, dan puluhan ternak hilang akibat bencana tersebut.


"Warga yang berdomisili di wilayah rawan diimbau untuk selalu
waspada. Terlebih saat hujan deras turun di wilayah setempat," kata dia.
(*)



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026