Trenggalek (Antara Jatim) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Trenggalek Syuhada Abdullah mengemukakan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Prigi pada tahun ini sulit terealisasi.
"PAD TPI Prigi selama periode Januari-September 2015 hanya terkumpul sekitar Rp250 juta atau jauh di bawah target 2015 sebesar Rp600 juta. Target ini sepertinya bakal meleset," kata Syuhada Abdullah di trenggalek, Rabu.
Ia mengakui pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena hasil tangkapan ikan pada tahun ini sangat rendah karena cuaca buruk akibat adanya fenomena badai elnino.
Jika sebelumnya perkiraan produksi ikan di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi bisa mencapai 34 ribu ton, saat ini volume hasil kelautan hanya tercapai sekitar 50 persen. kibatnya, besaran retribusi hasil kelautan yang masuk TPI Prigi ikut menyusut.
"Kalau sedang tidak ada ikan, secara otomatis tidak ada yang didaratkan ke TPI, padahal selama bulan Oktober biasanya menjadi fase puncak tangkapan ikan, sebab saat musim kemarau biasanya banyak ikan yang muncul ke permukaan dan menjadi ladang rezeki bagi nelayan," ujarnya.
Menurut dia, musim kering berkepanjangan ternyata juga memberi pengaruh yang cukup signifikan terhadap hasil tangkapan ikan nelayan. Melihat kondisi saat ini, Syuhada pesimistis dalam kurun tiga bulan tersisa hingga akhir tahun 2015 target PAD sebesar Rp600 juta bisa terpenuhi.
Alasannya, periode musim hujan sudah dekat. Jika kemarau berakhir dan hujan mulai turun, ikan cenderung bersembunyi ke perairan dalam, sehingga bakal menyulitkan nelayan untuk menangkap. (*)
