Banyuwangi (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendorong adanya integrasi antara sektor pertanian, pariwisata, dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
"Sektor pertanian bisa menjadi salah satu objek wisata alternatif dengan konsep agrotourism. Adapun produk hilir atau olahan pertanian yang kini banyak diproduksi UMKM bisa dijadikan buah tangan para wisatawan," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Sabtu.
Ia mengatakan, lebih dari 40 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi disokong oleh sektor pertanian dan untuk memberi nilai tambah pertanian pihaknya akan mengintegrasikan dengan sektor pariwisata.
"Selain itu, kelompok usaha pertanian didorong untuk menghasilkan produk hilir, bukan produk mentah," kata Anas.
Banyuwangi memiliki segudang potensi pertanian mulai dari produk pangan sampai hortikultura. Untuk sejumlah komoditas, seperti padi, buah naga, durian, jeruk, manggis, dan melon, Banyuwangi bahkan menjadi andalan di tingkat provinsi dan nasional.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah langkah telah dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi, yakni dari sisi peningkatan nilai tambah produk pertanian, Dinas Pertanian menjaga dan meningkatkan produktivitas lahan.
"Dinas UMKM dan Koperasi serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan memfasilitasi peningkatan nilai tambah produk dengan mendampingi UMKM untuk memproduksi produk hilir komoditas pertanian, seperti minuman dan makanan berbasis produk pertanian," katanya.
Menurut Anas, peningkatan nilai tambah ini penting karena selama ini banyak perusahaan besar membeli produk pertanian Banyuwangi lalu diolah menjadi produk hilirnya seperti bumbu makanan, minuman, dan sebagainya.
"Tapi itu dilakukan perusahaan besar. Kami ingin UMKM-UMKM yang sudah merintis langkah serupa bisa terus berkembang," katanya.
Dari sisi pengembangan wisata, sejumlah agen perjalanan telah memulai pelaksanaan konsep agrotourism. Perusahaan perkebunan juga diminta berpartisipasi untuk mengizinkan lahannya menjadi destinasi wisata yang melibatkan warga sekitar.
Pemkab Banyuwangi juga memfasilitasi kemasan hasil pertanian, mulai dari buah lokal, beras organik, hingga hasil olahan produk pertanian. Kemasan itu ditujukan agar menarik di mata pasar.
"Ada beberapa bantuan mesin kemasan yang sudah diberikan ke UMKM produk pertanian. Beberapa bantuan diberikan dalam bentuk kemasan jadi. Ini yang perlu didorong terus," katanya. (*)
