Tulungagung (Antara Jatim) - Perajin batu akik di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengaku kewalahan melayani permintaan konsumen yang meningkat pesat, baik untuk memoles batu akik maupun dalam hal pembuatan gagang (emban) jenis batu mulia tersebut. \"Tetap dilayani, tapi kami pengerjaannya menjadi lama. Bisa sampai beberapa hari untuk mengerjakan pemolesan maupun pembuatan \'emban\',\" kata salah seorang perajin batu akik di Desa Botoran, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung Hariadi di Tulungagung, Rabu. Ia mengungkapkan, saat ini pesanan untuk membuat gagang cincin cukup banyak. Jumlahnya bahkan jauh meningkat dibandingkan sebelumnya, terutama sejak batu akik mengalami \"booming\", seperti saat ini. \"Dulu sehari pelanggan yang datang bisa dihitung dengan jari, sekarang bisa sampai puluhan. Itu yang membuat kami harus menjadwal pengerjaannya dan tidak mungkin dua-tiga hari selesai,\" ujarnya. Tidak hanya Hariadi, lonjakan permintaan pemolesan maupun pembuatan emban batu akik juga dirasakan Kartolo, perajin akik lain asal Trenggalek. Banyaknya permintaan membuat ia mulai berfikir untuk menambah tenaga perajin untuk pengerjaan pemolesan serta pembuatan gagang atau emban akik. \"Ada rencana untuk mengembangkan usaha (menambah perajin) mengingat potensi usaha ini cukup menjanjikan,\" ujarnya. Hariadi dan Kartolo mengaku bahkan sempat menolak jika pelanggan ingin selesai cepat. Sebab, kata keduanya, banyak pesanan membuatnya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan pesanan tersebut. \"Kalau dulu sebelum ramai seperti sekarang ini, dalam tiga atau empat hari, pesanan bisa selesai dan diambil. Sekarang, kalau mau pesan gagang cincin, minimal satu bulan baru bisa diambil,\" jelas Hariadi. Ditempatnya, Hariadi mematok harga Rp25ribu untuk satu gram gagang cincin perak buatannya. Sedangkan upah pembuatannya dipatok Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per buah cincin, tergantung dari besar kecilnya gagang tersebut. Namun, seiring meningkatnya pesanan, upah pembuatan juga ikut naik menjadi Rp250 ribu hingga Rp300 ribu untuk setiap gagang cincin. \"Dengan banyaknya pesanan, upah pembuatan gagang cincin juga naik,\" ujarnya. Hariadi menambahkan, kebanyakan pesanan yang dia terima dari seputaran Tulungagung namun ada juga yang dari luar kota, terutama dari kalangan pelanggannya sejak 1979. Biasanya, kata dia, pelanggan datang membawa batu sendiri kemudian dipesankan gagang batu akik di tempatnya. Motif gagang atau emban yang paling disukai oleh pelanggan yakni motif campuran perak dengan emas, karena jika bosan dengan model tersebut, bisa dilebur dan dibentuk kembali sesuai keinginan pelanggan. \"Motif yang digemari yakni campuran perak dengan emas, karena model bisa dibentuk sesuai dengan keinginan konsumen,\" kata Hariadi. (*)
Berita Terkait
Tulungagung Gelar Kontes Akik "Gemstone Expo 2015"
1 Mei 2015 22:18
"Materialists", cinta dan pilihan perempuan di era modern
2 Januari 2026 22:15
Film 5cm segera sapa penggemar melalui sekuel baru
2 Januari 2026 16:07
Masa liburan, jangan abaikan keluhan batuk berkepanjangan
2 Januari 2026 08:53
Melasma, flek di wajah yang mengganggu dan cara menanganinya
29 Desember 2025 06:59
"Pelangi di Mars" siap tayang di bioskop di momen Lebaran 2026
27 Desember 2025 16:30
Slank gelar konser amal untuk korban banjir Sumatera
27 Desember 2025 15:45
Berikut rekomendasi diskon game "Winter Sale" di Steam
24 Desember 2025 22:30
