Masyarakat miskin rata-rata membelanjakan 67% pendapatannya untuk makanan, 28% untuk perumahan dan pengeluaran lainnya, serta pendidikan/kesehatan sebesar 5%. Khusus untuk pangan, yang dibelanjakan sekitar 29% adalah untuk beras.Melihat data tersebut , terlihat betapa pentingnya dan besarnya pengeluaran untuk beras. Pemerintah, melalui program raskin bertujuan untuk mengurangi pengeluaran Rumah Tangga ( RTM ) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras.Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan mereka, maka ketahanan pangan di tingkat rumah tangga sasaran meningkat serta terlindungi dari rawan pangan dan kekurangan nutrisi khususnya karbohidrat. Dilihat dari sudut ketahanan pangan maka raskin tidak hanya membantu pada tingkat penerima raskin tetapi juga pada level nasional dengan adanya pembelian terhadap gabah dan beras. Karena dengan pembelian tersebut diharapkan dapat memacu produksi beras dalam negeri, dan raskin sebagai outlet dari produksi petani dalam hal ini beras. Beras dibeli dari produksi petani yang rentan terhadap fluktuasi harga pada saat panen. Pembelian beras oleh Bulog dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah juga merupakan bentuk perlindungan terhadap petani kecil.Jadi ada keterikatan yang kuat antara program kesejahteraan petani melalui pembelian pemerintah dan pemberian subsidi beras murah kepada RTS. Untuk Jawa Timur, penerima raskin atau yang disebut juga Rumah Tangga Sasaran-Penerima Manfaat ( RTS-PM ) jumlahnya 2.857.469 RTS-PM dan penyaluran per bulan 42.862 ton yang tersebar di 8.506 titik distribusi. Artinya program ini berperan besar menjaga ketahanan pangan rumah tangga miskin di Jawa Timur sekaligus mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan ( Memastikan kelompok miskin mendapat cukup pangan dan nutrisi karbohidrat , efektifitas raskin sebagai perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan sangat bergantung pada kecukupan income transfer dan ketepatan sasaran kepada kelompok miskin. - Peningkatan akses pangan pada RTS, baik secara fisik ( beras tersedia di Titik Distribusi), maupun secara ekonomi ( harga jual yang terjangkau ) - Outlet beras petani mendorong penurunan kemiskinan pada tingkat produsen - Dengan terpenuhinya kebutuhan beras, maka mencegah terjadinya krisis dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Alhamdulillah sampai hari ini ( 11 Desember 2014) penyaluran raskin untuk wilayah Jawa Timur telah mencapai 513.004 ton atau 99.74% dari keseluruhan pagu sebesar 514.344 ton , demikian keterangan Witono, Kepala Perum BULOG Divre Jatim dikantornya. Raskin tahun ini disalurkan untuk 12 bulan alokasi, namun demikian alokasi bulan November dan Desember disalurkan pada bulan Pebruari dan Maret karena adanya bencana dibeberapa wilayah di Indonesia. Dengan demikian pada bulan Pebruari dan Maret terjadi 2 x penyaluran. Penerima Raskin di Jawa Timur sejumlah 2.857.469 RTS-PM dan penyaluran per bulan 42.862 ton yang tersebar di 8.506 titik distribusi. RTS-PM menerima 15 kg/bulan dengan harga tebus Rp. 1.600 /kg. (*)
Berita Terkait
Bulog Tulungagung: Penyaluran BPNT capai 70 persen
25 September 2019 21:46
Penyaluran Rastra di Tulungagung Diduga Bermasalah
12 Februari 2018 21:12
Rastra di Sampang Tak Disalurkan 10 Bulan
17 Oktober 2017 23:20
Tebusan Rastra di Bangkalan 66 Persen
22 Agustus 2017 23:31
Kapolres: Penyidikan Raskin Candi Burung Lambat Terkendala BPKP
9 Agustus 2017 18:36
Pendistribusian Rastra di Bondowoso Capai 90 Persen
4 Agustus 2017 21:23
Bulog Janji Perbaiki Kualitas Beras Program Rastra
31 Juli 2017 22:00
Bantuan Rastra di Bangkalan Terdistribusi Hingga Mei
30 Juni 2017 15:44
