Surabaya (Antara Jatim) - Direktur Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Kemenakertrans Muchtar Luthfie menyatakan perlu persiapan matang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam rangka menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015. "Tahun depan Indonesia menghadapi pasar bebas ASEAN. Dan oleh karena itu diperlukan persiapan yang matang untuk menghadapi itu semua, termasuk dalam persaingan K3 dengan luar negeri," katanya. Ia mengemukakan itu, saat membuka seminar nasional K3 dengan tema "Peran Manajemen K3 Dalam Industri Konstruksi untuk Menyongsong Bebas" di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Sabtu. Ia mengemukakan, secara teknis peranan K3 di perusahaan masih belum banyak diterapkan secara maksimal, terutama yang berada di daerah-daerah. "Oleh karena itu, perlu adanya pengenalan dan implementasi K3 secara dini. Salah satunya dimulai dari lingkungan pendidikan supaya nanti bisa diterapkan dengan baik pada saat bekerja," ucapnya. Sementara itu, Direktur Pengawasan Norma K3 Kemenakertrans Amri AK mengemukakan, berdasarkan data dari ILO di Indonesia sebanyak sembilan orang tenaga kerja perhari tewas karena kecelakaan kerja. "Hal itu salah satunya disebabkan oleh kualitas penerapan K3 yang masih rendah, kuantitas dan kualitas pengawasan yang masih rendah serta objek pengawasan K3 yang semakin komplek," tuturnya.(*)
Berita Terkait
Dirjen Pengawasan Kemenakertrans
11 Februari 2012 16:58
UK Petra Edukasi Masyarakat Hadapi Pasar Internasional
27 Januari 2018 16:53
Pemkot Surabaya Tingkatkan SDM Berkualitas Hadapi MEA
23 Maret 2017 18:05
Disperindag Jember Dorong IKM Siap Hadapi MEA
20 Oktober 2016 09:14
UKWMS Gagas Inovasi Bisnis Baru Hadapi MEA
14 Oktober 2016 17:33
Gapensi Surabaya Siap Hadapi Persaingan Bebas MEA
23 Agustus 2016 18:07
Wabup Dorong Lulusan Politeknik KP Hadapi MEA
20 Agustus 2016 19:47
Akuntan Jatim Konsolidasi Untuk Hadapi MEA
19 April 2016 21:16
