Surabaya (Antara Jatim) - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko ikut naik kendaraan tempur jenis Tank Leopard bersama dengan petinggi angkatan darat dan juga Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulah Yusuf dalam rangka gelar alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI.
"Alutsista ini dibeli menggunakan uang rakyat, dan masyarkat juga bisa mengetahui secara langsung apa yang sudah diberi dengan uang rakyat tersebut," kata Jenderal Moeldoko, sebelum memberangkatkan rombongan pawai kendaraan tempur di Kodam V Brawijaya di Surabaya, Jatim, Rabu.
Ia mengemukakan, sedikitnya ada sekitar 90 alutsista yang dipamerkan dalam kegiatan kali ini, dan itu semua gabungan dari kesatuan TNI yang ada.
"Kegiatan ini merupakan rangkaian hari jadi yang Ke-69 TNI, dan masyarakat bisa melihat dari dekat secara langsung alat persenjataan yang dimiliki oleh TNI," ujarnya.
Ia juga meminta maaf kepada masyarakat mengingat dalam rangkaian hari ulang tahun tersebut sempat terjadi penundaan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Juanda.
"Selain itu, pada kegiatan tersebut juga tidak bisa mengajak lebih banyak masyarakat untuk melihat dari dekat atraksi yang dilakukan oleh prajurit-prajurit terbaik TNI, mengingat keterbatasan tempat," tuturnya.
Jenderal TNI Moeldoko mengemukakan, dari laporan yang masuk jumlah pengunjung yang turut hadir untuk melihat alutsista ini lebih dari 27 ribu pengunjung. Jumlah tersebut belum ditambah lagi warga sekitar di Surabaya yang juga hadir dalam kegiatan ini.
"Alat persenjataan yang dipamerkan ini sebagian besar merupakan alat-alat yang baru dan dibeli oleh uang rakyat, sehingga semua masyarakat bisa naik kendaraan ini," ujarnya.
Jika masyarakat ingin menaiki kendaraan Tank Leopard milik TNI bisa dilakukan dan berkeliling di sekitar lokasi pameran.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulah Yusuf mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh TNI terkait dengan kegiatan ini.
"Saya mengucapkan selamat kepada TNI dan semoga kedepan TNI bisa lebih baik lagi dalam menjaga negara kesatuan Republik Indonesia," katanya.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026