Surabaya (Antara Jatim) - Indonesianis Anton Lucas menilai pengungkapan kasus terbunuhnya pejuang HAM Munir pada 7 September 2004 akan menjadi tolok ukur bagi komitmen Presiden-Wapres Terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam penegakan HAM. "Tapi, Jokowi-Kalla akan menghadapi mantan-mantan elit intelijen yang akan dapat menyandera pemerintahannya dalam penegakan HAM itu," katanya dalam siaran pers Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) yang diterima Antara di Surabaya, Minggu. Dalam diskusi "Munir: 10 Tahun Menolak Lupa" yang digelar PPIA Cabang Flinders University dan Adelaide University (20/9), pengajar sejarah, sosial, agama dan budaya Indonesia di Flinders University, Australia itu menyebut Hendropriyono dan Muchdi PR. "Keduanya tergabung dalam tim pemenangan Jokowi pada Pilpres 2014, sehingga mereja akan membuat pemerintah Jokowi melakukan (politik) imbal jasa, termasuk dalam kasus Munir," katanya. Padahal, katanya, kasus Munir bukan saja menjadi perhatian masyarakat Indonesia, melainkan dunia internasional, terbukti Menlu AS John Kerry membuat pernyataan pers dalam laman (website) Embassy of The United State pada 6 September 2014. "Sepuluh tahun yang lalu, seseorang membunuh Munir karena khawatir ia akan berhasil membuat negaranya menjadi lebih demokratis, lebih bebas, dan lebih manusiawi," kata Kerry sebagaimana dikutip Anton Lucas. (*)
Berita Terkait
Indonesianis: Jangan Fobia Maraknya Jilbab di Indonesia
28 September 2015 00:21
Bertepatan HUT ke-88 ANTARA, Antaranews raih Anugerah Perhumas 2025
13 Desember 2025 13:53
Jelang HPN 2026, PWI ajak negara hadir jaga kesehatan ekosistem media
30 November 2025 16:15
HPN 2026 di Banten angkat maskot "Badak Cula Satu"
30 November 2025 12:47
Antara Business Forum 2025 bahas arah-strategi pertumbuhan ekonomi
18 November 2025 16:27
Gubernur Khofifah anugerahkan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada Akhmad Munir
12 Oktober 2025 15:24
PWI prihatin soal pencabutan kartu liputan istana wartawan CNN Indonesia
28 September 2025 20:38
Komnas HAM ungkap perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan Munir
7 September 2025 17:15
