Jerusalem (Antara/AFP) - Pemukim Israel di daerah pendudukan Tepi Barat mencapai jumlah 382.031 jiwa pada akhir Juni, naik dari 374.469 pada enam bulan sebelumnya, kata organisasi pemukim terkemuka Selasa. Jumlah tersebut tidak termasuk Jerusalem timur yang dianeksasi, yang Israel nyatakan sebagai bagian integral dari negara Yahudi dan tak terpisahkan dengan ibu kota negara itu. Sekitar 200.000 warga Israel tinggal di sektor Arab timur kota. Dewan Yesha mengatakan dalam satu pernyataan bahwa pertumbuhan dua persen di enam bulan pertama tahun ini diterjemahkan lebih dari dua kali lipat tingkat di Israel yang hanya sebesar 1,9 persen per tahun. Pemukiman terbesar, katanya, adalah di Beitar Illit, barat daya Yerusalem, dengan 63.087 penduduk. Pembangunan permukiman Israel, yang ilegal berdasarkan hukum internasional, adalah dipandang sebagai hambatan untuk setiap pencapaian perdamaian abadi dengan Palestina, yang ingin negara masa depan mereka berada di tanah yang banyak dicaplok oleh Israel atau wilayah yang banyak dibangun permukiman. Bulan lalu, Israel mengumumkan rencana untuk mengambil alih 400 hektar (988 hektar) tanah warga Palestina di daerah Bethlehem, perampasan tanah terbesar di wilayah yang diduduki dalam tiga dekade. Langkah ini membawa kecaman internasional yang kuat dan peringatan dari Menteri Keuangan Yair Lapid, bahwa kebijakan pemukiman Israel telah mengikis dukungan internasional. (*)
Berita Terkait
Trump: Yahudi yang pilih Mamdani dalam pemilu NYC 'bodoh'
5 November 2025 08:41
Kekurangan tentara, Israel incar pemuda Yahudi diaspora
18 Agustus 2025 20:55
Spanyol kutuk puluhan pemukiman baru Israel di Tepi Barat
31 Mei 2025 11:24
Email terkait ancaman bom dikirimkan ke 100 lembaga Yahudi di Kanada
22 Agustus 2024 12:13
Ribuan warga Sidoarjo aksi damai peduli Palestina
19 November 2023 19:15
Netanyahu putuskan menghentikan pemukim Israel masuki Al-Aqsa hingga akhir Ramadan
12 April 2023 11:46
Grafiti di loteng Gereja Roma ungkap rahasia buronan Yahudi
7 Mei 2022 18:48
