Kediri (Antara Jatim) - Pihak Rumah Sakit Bhayangkara, Kediri, Jawa Timur, menangani persalinan seorang ibu yang melahirkan bayi kembar tiga dengan jenis kelamin perempuan semua yang dilakukan secara Cesar. Kompol dokter Ananingati, dokter yang menangani proses persalinan itu, Rabu, mengatakan dalam menangani proses kelahiran tersebut lebih ekstra dibandingkan dengan menangani proses kelahiran secara normal dengan bayi bukan kembar. "Bayi itu harus selamat dan baik, jadi kami ekstra waspada supaya bayinya tetap 'survive'," katanya saat dikonfirmasi. Ia mengatakan, tim medis juga harus melakukan operasi cesar demi menolong bayi dan ibunya. Kondisi ibu bayi tidak memungkinkan untuk melakukan proses kelahiran secara normal, sehingga harus dilakukan operasi cesar tersebut. Pihaknya juga menambahkan, kondisi bayi itu sehat setelah melalui proses operasi. Ketiga bayi kembar dengan jenis kelamin perempuan semua itu lahir dengan kondisi prematur, dengan berat badan rata-rata 1,8 kilogram. Saat ini, ketiga bayi itu dirawat di ruang isolasi anak. Mereka mendapatkan perawatan intensif, agar kondisinya menjadi lebih baik dan berat badan anak tersebut bisa mencapai berat badan ideal bayi yang dilahirkan. Sementara itu, ayah bayi itu, Zulfikar, mengatakan kelahiran bayi kembar tiga itu merupakan anugerah untuknya. Ia sebelumnya menjalani proses bayi tabung dengan istrinya, dan semuanya ternyata sehat. "Awalnya sudah tahu jika bayi ini kembar tiga. Biasanya, dalam proses bayi tabung, ada yang gugur, tapi nyatanya semua sehat," katanya senang. Ia mengaku sudah lama menunggu sampai 7,5 tahun untuk mendapatkan anak. Ia akhirnya memutuskan untuk program bayi tabung ini dengan istrinya, Kurnia Susanti, yang dilakukan di sebuah rumah sakit di Surabaya. Ia juga mengatakan, selama proses kehamilan, tidak ada perubahan drastis pada istrinya, misalnya sakit yang terus-terusan. Kondisi istrinya selama hamil, sama seperti perempuan yang hamil pada umumnya, seperti mual. Namun, lanjut dia, istrinya sudah tidak dapat menahan rasa sakit saat usia kandungannya sudah di usia delapan bulan, hingga ia memutuskan membawa istrinya ke rumah sakit dan operasi. Ia bersyukur, sebab anak dan istrinya selamat. "Perasaan senang, karena sudah lama menunggu, sampai 7,5 tahun," kata pria yang berprofesi sebagai pelaut itu. (*)
Berita Terkait
Persik waspadai lini pertahanan Bhayangkara Presisi Lampung FC
18 September 2025 10:05
Proliga 2025: Bhayangkara tumbang lawan Bank Sumsel
20 April 2025 08:00
Proliga 2025: Bhayangkara Presisi bekuk Samator3-0 di final four
17 April 2025 23:03
RSUD Tulungagung kirim tiga potongan tubuh korban mutilasi ke Kediri
28 Januari 2025 20:09
Liga 1: Persik evaluasi total pascakalah lawan Bhayangkara FC 0-7
17 April 2024 20:52
Liga 1: Persik makin percaya diri usai tumbangkan Bhayangkara FC
1 Oktober 2023 10:03
Persik Kediri melawan Bhayangkara FC
30 September 2023 23:07
Liga 1: Pelatih Persik ingatkan pemain tak buat kesalahan hadapi Bhayangkara
30 September 2023 12:51
