Peshawar, Pakistan (Antara/AFP) - Pasukan Pakistan telah menemukan seorang ilmuwan terkemuka yang ditahan selama empat tahun oleh gerilyawan Taliban di daerah barat laut yang kacau, kata para pejabat, Jumat. Taliban Pakistan menculik Ajmal Khan, wakil rektor Universitas Islam Peshawar, ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di wilayah barat laut September 2010. Seorang pejabat senior keamanan di Peshawar mengemukakan kepada AFP bahwa Khan ditemukan di "daerah operasi militer diskrik suku Wazristan Utara". Militer Pakistan sedang melakukan operasi militer terhadap pangkalan-pangkalan militer di Waziristan Utara sejak pertengahan Juni. Satu pernyataan dari militer Pakistan mengatakan "pasukan keamanan menemukan Tuan Ajmal Khan dalam keadaan selamat" tetapi tidak merinci bagaimana ia sampai dapat dibebaskan. Pejabat keamanan itu mengatakan: "Pasukan keamanan dan anggota badan intelijen sedang berusaha mencari Ajmal Khan sejak 8 September 2010 ketika ia diculik di Peshawar saat sedang dalam perjalanan ke universitas itu." Ajmal muncul dalam pesan video meminta pemerintah merundingkan pembebasannya dengan kelompok gerilyawan Tehreek-e-Taliban (TTP), yang memulai pemberontakan berdarah terhadap negara itu tahun 2007. Para pejabat pemerintah mengatakan kendatipun banyak perundingan di masa lalu, Taliban menolak membebaskan Khan, menuntut pembebasan para komandan penting Taliban yang ditahan pasukan keamanan. Para pegiat hak asasi manusia Pakistan, staf pengajar universits dan mahasiswa di daerah barat laut itu memprotes penculikan terhadap Khan beberapa kali tetapi semua usaha untuk menemukannya tidak berhasil. Daerah Pakistan barat laut itu dilanda ketidak stabilan keamanan, sebagian besar menyangkut daerah suku semi-otonomi dekat perbatasan Afghanistan. (*)
Berita Terkait
Tujuh personel militer AS terluka dalam operasi penculikan Maduro
7 Januari 2026 16:08
Guru besar Unej dorong Indonesia bersikap atas agresi AS ke Venezuela
7 Januari 2026 12:53
Presiden interim Venezuela tetapkan tujuh hari berkabung
7 Januari 2026 12:18
Inggris sambut baik hubungan diplomatik penuh dengan Palestina
7 Januari 2026 11:48
