Surabaya (Antara Jatim) - Kepala Bidang Tata Usaha kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Marzuki, menyatakan, masih menunggu keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait penetapan zona labuh di wilayah kerjanya. "Oleh sebab itu, kami belum bisa menentukan kapan waktu penetapan zona labuh di sini karena harus mematuhi peraturan pusat," katanya, di Surabaya, Minggu. Ia mengungkapkan, memang penyusunan zona labuh bagi kapal yang menunggu sandar atau kegiatan lain di Tanjung Perak telah sampai di Kementerian Perhubungan. Bahkan, saat ini tim terpadu penyusunan penetapan konsep zona labuh sudah memilih enam titik yang diharapkan bisa menjadi "parkir kapal". "Draft susunan sudah dipresentasikan di Kementerian Perhubungan. Untuk itu, kami sedang menunggu penetapan dari Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Laut," ujarnya. Di sisi lain, jelas dia, draft tersebut sudah dikirim dan melakukan presentasi di Kemenhub. Dalam presentasi tersebut disampaikan pementapan zona labuh ini tidak lepas dari rencana revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). "Selain itu, termasuk pengoperasian Terminal Teluk Lamong," katanya. Terkait penentuan waktu zona labuh, tambah dia, pihaknya menyerahkan seluruhnya kepada Kemenhub. Misal di titik mana saja yang dirasa aman dan ideal. Pada penyusunan draft zona labuh terdapat sejumlah pemangku kebijakan di antaranya Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak. "Lalu, Distrik Navigasi Tanjung Perak, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik serta PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak," katanya. Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Edi Priyanto, mengemukakan, memang ada enam zona yang diusulkan tim. Dari enam zona tersebut dua tergolong usulan baru seperti di Karangjamuang dan Manyar (Gresik). "Sementara empat zona yang sudah pernah diusulkan seperti Zona I seberang dermaga Jamrud Utara, Zona II seberang dermaga TPS, zona III Seberang Dermaga Teluk Lamong, Zona IV seberang Dermaga Manyar, dan Zona V-VI di Karangjamuang," katanya.(*)
Berita Terkait
PT INKA kirim tiga platform lokomotif ke Australia
31 Desember 2025 08:39
PT INKA kirim tiga unit platform lokomotif ke Australia lewat Surabaya
30 Desember 2025 18:00
Jelang tahun baru Terminal Arjosari diprediksi dipadati 8.000 penumpang
28 Desember 2025 20:26
Penumpang bus di Terminal Purabaya jelang tahun baru
27 Desember 2025 18:21
Tes urine pengemudi bus di Terminal Purabaya
26 Desember 2025 14:14
Terminal Petikemas Surabaya tingkatkan akurasi deteksi kerusakan kontainer
25 Desember 2025 19:24
Wagub Emil apresiasi inovasi Terminal Teluk Lamong
25 Desember 2025 19:03
Terminal Teluk Lamong sambut kedatangan perdana kapal MV YM Continuity
19 Desember 2025 20:31
