Surabaya (Antara Jatim) - Dinas Peternakan Jatim menilai kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok, terutama daging ayam dan sapi, menjelang Ramadhan cukup wajar asalkan kenaikan itu berada di bawah 10 persen. "Harga komoditas bahan pokok boleh naik, asal besaran peningkatannya kurang dari 10 persen. Kalau di atas 10 persen, itu bisa dikatakan cari untung dan merugikan konsumen," kata Kepala Disnak Jatim, Maskur, di Surabaya, Senin. Sejumlah komoditas yang dikhawatirkan mengalami kenaikan harga jelang ramadhan, sebut dia, antara lain telur ayam broiler, daging ayam broiler, dan daging sapi. Namun, kini harga telur ayam broiler sendiri masih stabil berkisar Rp18.000 per kilogram, daging ayam broiler Rp26.000 per kilogram dan daging sapi antara Rp85.000-Rp90.000 per kilogram. "Khusus daging sapi, kami prediksi harganya akan mengalami kenaikan pada H-3 hingga pascalebaran. Dengan peningkatan harga menjadi Rp100.000 per kilogram," ujarnya. Di sisi lain, jelas dia, kewajaran kenaikan harga tersebut memang bisa terjadi. Apalagi pada momentum keagamaan tertentu misalnya bulan puasa ramadhan hingga lebaran, dan natal. "Meski begitu, setelah momentum itu selesai maka kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut akan kembali normal," katanya.(*)
Berita Terkait
Kadindik Jatim sebut pameran BBW Surabaya perkuat minat baca masyarakat
29 Januari 2026 17:52
Disperpusip Jatim sebut digitalisasi solusi kekurangan SDM arsiparis
29 Januari 2026 16:32
Pemkab Sidoarjo salurkan bantuan perbaikan jalan ke seluruh kecamatan
27 Januari 2026 17:28
Tim penyidik KPK geledah Kantor Dinas PUPR Kota Madiun
27 Januari 2026 15:11
Polres Situbondo tempel barcode aduan "polisi nakal" di mobil dinas
26 Januari 2026 21:19
Dinkes Situbondo: Korban banjir mengeluh demam dan gatal-gatal
24 Januari 2026 19:14
KPK sita uang ratusan juta saat geledah Kantor Dinas PMPTSP Madiun
23 Januari 2026 20:29
KPK geledah Kantor Dinas Penanaman Modal Kota Madiun
23 Januari 2026 05:47
