Madiun (Antara Jatim) - Sebanyak 1.400 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Madiun, Jawa Timur, memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2014 dengan menampilkan tarian massal "Kodok Ngorek" di Alun-Alun kota setempat, Rabu (28/5).
Tarian massal tersebut merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2014 yang digelar oleh Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kota Madiun.
Dalam tarian tersebut, ribuan anak terlihat sangat ceria, ekspresif, dan lucu. Mereka menari mengikuti gerakan yang telah diajarkan untuk melatih daya kreasi anak-anak.
Wali Kota Madiun Bambang Irianto dalam acara tersebut mengatakan, terdapat ribuan bahkan jutaan anak bangsa kurang beruntung yang mengakibatkan mereka tidak dapat memperingati Hari Anak Nasional.
Karena itu, lanjut Wali Kota, sebagai warga Bangsa Indonesia khususnya orang tua, wajib memperhatikan anak dengan memberikan pembinaan serta pengawasan.
"Anak itu amanah dari Allah SWT. Jadi harus kita bina. Sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua, apalagi guru-guru, untuk membina anak-anak agar menjadi anak yang baik. Kita tidak boleh membiarkan anak-anak berkembang tanpa pengawasan. Tentunya saya berharap ini menjadi kebaikan bagi warga Kota Madiun," kata Wali Kota Bambang Irianto.
Kepala Dikbudpora Kota Madiun, Suyoto, mengatakan, tema peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2014 adalah "Mengembangkan Potensi Anak Sejak Dini Sesuai Dengan Bakat dan Minatnya".
"Diharapakan, dengan kegiatan tersebut, anak-anak Indonesia dan anak-anak Kota Madiun pada khususnya, mampu tumbuh serta berkembang menjadi generasi yang membanggakan," kata Suyoto.
Ia menjelaskan, anak merupakan aset bangsa. Karena itu, hak anak harus dilindungi sehingga tidak terjadi diskriminasi. Melalui momentum peringatan Hari Anak Nasional, orangtua dan pendidik siswa diimbau dapat melindungi serta mengawasi anaknya dari ancaman kekerasan yang marak terjadi akhir-akhir ini.
Suyoto menyatakan siap menerima laporan maupun pengaduan dari orangtua siswa jika terjadi kekerasaan pada peserta didiknya untuk ditindaklanjuti lembaga terkait.
"Kami akan bekerja sama dengan pihak terkait, seperti komisi perlindungan anak serta kepolisian. Kami selalu berkoordinasi dengan lembaga tersebut untuk melindungi anak-anak kita. Harapannya, ke depan hak-haknya sebagai anak harus dilindungi dan tidak ada diskriminasi," kata dia.
Selain tarian massal "Kodok Ngorek", Dikbudpora Kota Madiun juga mengadakan lomba mewarnai bagi siswa berkebutuhan khusus jenjang SD Luar Biasa, yang diikuti sekitar 100 anak. Untuk anggaran, Dikbudpora mengalokasikan dana sebesar Rp150 juta yang bersumber dari APBD Kota Madiun.
Suyoto menambahkan, dengan adanya HAN, para pendidik dan orangtua diharapkan bisa mengarahkan dan memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk menyalurkan minatnya sesuai bakat masing-masing. (*)
Advertorial
1.400 Siswa Madiun Peringati Hari Anak Nasional
Kamis, 29 Mei 2014 13:25 WIB
