Oleh Royke Sinaga Jakarta (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan, Rabu pagi menerima seorang calon anggota legislatif pada Pemilu 2014 yang gagal menduduki kursi DPRD Kabupaten Pekalongan sehingga terpaksa harus menjual ginjalnya. "Tadi pagi saya menerima seorang tamu yang ingin menjual ginjalnya. Yang bersangkutan mengaku memiliki utang karena habis-habisan membiayai pencalonannya sebagai anggota legislatif," kata Dahlan, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu. Menurut Dahlan, pria berusia 26 tahun tersebut memohon bantuan untuk mencarikan orang atau relasi yang membutuhkan organ tubuh itu. "Saya miris mendengarnya. Saya sarankan tidak usah sampai menjual ginjal karena usianya masih muda, sehingga sangat memungkinkan mencari solusi lain," ujar Dahlan. Dahlan pun menjelaskan, bahwa pria tersebut benar-benar serius tidak ingin merepotkan orang lain. "Dia datang tidak untuk ngemis, minta uang, bayar utang. Tapi siapa yang serius bantu dia," ujar Dahlan tanpa merinci identitas tamunya. Namun sesaat setelah Dahlan meninggalkan Kantor Kementerian BUMN, sosok yang dimaksudkan Dahlan muncul di tengah awak media. Pria yang kemudian diketahui bernama Candra Saputra berusia 26 tahun tersebut mengaku terpaksa datang dari kampung halamannya dan menginap di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Candra kelahiran Cepu tersebut, mengatakan terpaksa ingin menjual ginjalnya karena memiliki utang sekitar Rp420 juta untuk memenangkan pertarungan kursi DPRD Kabupaten Pekalongan. Total dana dihabiskan sekitar Rp600 juta, sebanyak Rp420 juta di antaranya merupakan utang. "Saya mendatangai Pak Dahlan, karena saya tahu beliau sudah ganti hati. Jadi saya berharap Pak Dahlan bisa mencarikan orang yang ingin membeli ginjal saya," ujar Candra. Candra mengaku kesehariannya merupakan asisten anggota DPR-RI Komisi V. Namun belakangan ia sadar bahwa dirinya terprovokasi untuk ikut menjadi caleg dari rekan-rekannya. "Sekarang saya hanya mencari cara bagaimana agar tidak terjerat hukum, karena tidak membayar utang. Saya menggadaikan 3 unit mobil rental sebesar Rp80 juta untuk keperluan kampanye dan tim sukses saya," ujarnya dengan wajah memelas. Ia pun berharap pertemuannya dengan Dahlan tersebut mendapatkan solusi agar dirinya bisa lepas dari jerat hukum, kemudian mencari pekerjaan untuk melunasi utang yang tersisa. (*)
Berita Terkait
Dinkes Surabaya terjunkan tim pengawas jual beli obat sirop di apotek
25 Oktober 2022 09:30
Forkopimda Situbondo sidak minta apotek tak jual obat sirop
24 Oktober 2022 13:06
Dikunjungi Bupati Thoriq, seorang warga Lumajang urung jual ginjalnya
25 Maret 2021 22:29
Seorang Ibu nekat jual ginjal untuk biaya pengobatan anak di Tulungagung
7 April 2019 18:15
Manajemen RSSA Malang Bantah Jual Beli Ginjal
22 Desember 2017 20:26
Soekarwo Santuni Keluarga Siswi Berencana Jual Ginjal
5 April 2014 13:10
SPP Mahal Mahasiswa Universitas Brawijaya Jual Ginjal
20 Agustus 2013 14:52
Peneliti temukan mikroplastik pada air Sungai Brantas
24 Januari 2026 17:29
