Malang (Antara Jatim) - Sedikitnya 35 persen dari sekitar 7.000 kilometer jalan desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, hingga saat ini masih dalam kondisi rusak parah. Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang M Anwar, Jumat, mengakui infrastruktur jalan yang rusak ringan hingga berat itu sebagian besar berada di kawasan desa tertinggal (desa binaan). "Dari 390 desa dan kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Malang ini, sekitar 50 desa masih tergolong tertinggal. Jalan rusak tersebut memang didominasi deda-desa tertinggal, tapi desa yang sudah maju pun juga ada yang rusak, baik ringan, sedang maupun berat," katanya. Menurut dia, jalan-jalan rusak yang ada di desa tertinggal tersebut memang menjadi prioritas perbaikan, bahkan anggaran (dana) kemitraan yang dikucurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp43 miliar juga difokuskan untuk desa tertinggal tersebut. Menurut dia, untuk mempercepat perbaikan jalan-jalan rusak maupun pemeliharaan tersebut, paling tidak dibutuhkan anggaran sebesar Rp200 miliar. "Anggaran sebesar Rp200 miliar ini cukup ideal untuk memperbaiki infrastruktur jalan rusak sepanjang 7 ribu kilometer tersebut," ujarya. Menyinggung pembangunan infrastruktur yang ditangani Pemkab Malang, Anwar mengatakan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kepanjen dengan Pagelaran yang ada di Desa Kemiri hingga Kanigoro. Untuk pembangunan jembatan tersebut, pada tahap awal dianggarkan sebesar Rp7 miliar dari sebesar Rp20 miliar. Panjang jembatan yang menggunakan konstruksinya rangka beton dan baja itu mencapai 500 meter dengan lebar jalan sekitar 10 meter. (*)
