Surabaya (Antara Jatim) - Status Gunung Kelud (1731 mdpl) turun dari awas ke siaga. Hal ini setelah dilakukan rapat koordinasi dari tim berwenang, seperti Badan Geologi RI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Gubernur Jatim, Kapolda Jatim dan Pangdam V/Brawijaya. "Setelah memantau sejak erupsi Kamis pekan lalu, hingga Kamis hari ini pukul 11.00 WIB, status Gunung Kelud dari awas ke siaga," ujar Kepala Badan Geologi RI Surono, kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis. Ia mengatakan, Gunung Kelud telah memberikan tanda kepada tim bahwa terjadi penurunan aktivitas. Di antaranya tidak ada gempa vulkanik yang memicu letusan dan tremor vulkanik. "Jadi, bukan saya yang menurunkan hak Kelud. Tapi, Gunung Kelud yang menentukan haknya dan saya tidak bisa memaksa," kata pria yang akrab disapa Mbah Rono tersebut. Tepat pukul 13.00 WIB, Gubernur Jatim Soekarwo didampingi Surono menggelar konferensi pers tentang status terkini Gunung Kelud. Hadir juga Kepala BNPB Syamsul Ma'arif, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono dan Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Asma'i.(*)
Berita Terkait
KPK gelar Safari Keagamaan Antikorupsi di Kemenag Jatim
13 Januari 2026 17:44
Program MBG ciptakan lapangan kerja baru
8 Januari 2026 16:36
Kedatangan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir
5 Januari 2026 20:08
Aksi bersih pantai di awal tahun 2026
3 Januari 2026 14:05
Peresmian rehabilitasi sekolah Provinsi Jatim
2 Januari 2026 19:34
Malam ini, Satlantas Surabaya siapkan 12 titik penyekatan Tahun Baru
31 Desember 2025 08:18
Jurnalis Pinggir Kali-USC himpun Rp59 Juta bagi warga terdampak bencana
30 Desember 2025 19:18
