Surabaya (Antara Jatim) - PT Bank Syariah Bukopin Cabang Surabaya melalui program "Islamic Banking Vaganza" yang digagas Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga, khususnya tabungan bisa meningkat sekitar 50 persen. Pimpinan Cabang Bank Syariah Bukopin (BSB) Hendriawan kepada wartawan di Surabaya, Rabu mengemukakan hingga akhir November 2013, total dana pihak ketiga (DPK), baik dari tabungan maupun deposito, mencapai sekitar Rp230 miliar. "Dalam program Islamic Banking (iB) ini, kami menawarkan sejumlah program menarik bagi nasabah dan juga calon nasabah yang membuka rekening baru maupun melakukan transaksi," katanya di sela-sela persiapan pameran "iB Vaganza" di Royal Plasa Surabaya, 12-15 Desember 2013. Menurut Hendriawan pertumbuhan DPK setiap tahun berkisar 25-30 persen, namun peluncuran iB Vaganza diharapkan mampu mendongkrak pencapaian DPK, terutama untuk tabungan. "Selama pameran nanti, kami menawarkan program menarik kepada pengunjung dengan target yang dibidik adalah nasabah baru untuk pembukaan tabungan hingga transaksi pembiayaan," ujarnya. Ia menambahkan iB Vaganza merupakan salah satu program perbankan syariah untuk memperkenalkan dan menyosialisasikan produk-produk bank syariah dari Bank Indonesia kepada masyarakat luas. Selain di Surabaya, program serupa telah digelar BSB di berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Padang, Bandung, Medan, dan Semarang. Head of Corporate Secretary PT BSB, Evi Yulia Kurniawati, menambahkan selain produk-produk baru, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dengan memperluas jaringan pelayanan di sejumlah kota. "Beberapa kota yang menjadi sasaran pembukaan kantor cabang dan cabang pembantu, antara lain Denpasar, Palembang, Pekanbaru, Medan, Makassar, Surabaya, dan kawasan Jabodetabek," katanya. Evi Yulia mengatakan perusahaan telah menyiapkan tambahan modal usaha untuk kegiatan ekspansi bisnis tersebut, namun tidak disebutkan nilainya. Saat ini, BSB yang berkantor pusat di Jakarta telah mengoperasikan 10 kantor cabang, delapan cabang pembantu, lima kantor kas, dan 53 kantor layanan syariah yang tersebar di berbagai daerah. "Izin penambahan kantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor kas dan layanan syariah dari Bank Indonesia sudah turun. Total rencananya ada tambahan sekitar 27 kantor pelayanan baru," ujar Evi Yulia. (*)
Bank Syariah Bukopin Targetkan Pertumbuhan DPK 50 Persen
Rabu, 11 Desember 2013 23:57 WIB