Oleh Monalisa Jakarta (Antara) - Mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menuding Bendahara Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto dilindungi orang yang memiliki pengaruh kuat. "Dua ribu persen orang ini (Setya Novanto) dilindungi orang yang sangat sangat kuat," kata Nazaruddin usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, di Jakarta, Jumat. Terpidana kasus Wisma Atlet SEA Games itu mengungkapkan dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (proyek e-KTP) yang merugikan negara sekitar Rp2,5 triliun itu diatur oleh mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Nazaruddin dan Setya Novanto. Nazaruddin yang juga terjerat sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana pencucian uang dalam pembelian saham PT Garuda Indonesia Airlines itu membeberkan bahwa Setya Novanto tidak hanya terlibat aktif dalam proyek e-KTP tetapi juga proyek-proyek lainnya. "Novanto ini bukan hanya (urus) e-KTP. Dia banyak mengurusi proyek tetapi namanya tidak ada (tidak disebut) dimana-mana. Namun soal bagi-bagi duit APBN, dia yang selalu mengatur dimana-mana," jelas Nazaruddin yang mengenakan kemeja biru muda itu. Nazaruddin diperiksa KPK sejak Selasa (22/10) sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana pencucian uang dalam pembelian saham PT Garuda Indonesia Airlines. Selain itu, ia mengaku juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum dalam perkara pembangunan sarana dan prasarana P3SON Hambalang, Bogor serta perkara lainnya. (*)
Berita Terkait
ITS berikan penghargaan 10 November kepada mantan Presiden SBY
11 November 2025 17:46
SBY ajak mahasiswa Unesa di Magetan jadi generasi solutif dan beretika
18 Oktober 2025 22:45
SBY beri nama Stadion dan GOR Pacitan Wijaya Krida
5 September 2025 22:55
Pemkab Pacitan konfirmasi rencana investor bangun hotel berbintang
6 Mei 2025 03:59
Investor rencanakan bangun hotel berbintang di Pacitan
5 Mei 2025 22:51
SBY titip pesan ke Wali Kota Madiun terpilih lebih sejahterakan rakyat
20 Januari 2025 21:30
SBY pamit ke Jokowi, dapat amanah jadi Penasihat Khusus Basmi Malaria
21 September 2024 12:24
Jokowi menerima kunjungan Susilo Bambang Yudhoyono di Istana
21 September 2024 11:46
