Malang (Antara Jatim) - Institut Keguruan dan Ilmu pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang, Jawa Timur, menerima 11 mahasiswa asing dari berbagai negara untuk mengikuti program Darmasiswa, yakni program beasiswa dari pemerintah Indonesia bagi mahasiswa asing selama satu tahun untuk mempelajari Bahasa Indonesia dan budaya. Menurut Rektor IKIP Budi Utomo Nurcholis Sunuyeko di Malang, Sabtu, mahasiswa program Darmasiswa dari Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) tahun ini merupakan tahun keenam sejak 2008 dan jumlahnya juga terus bertambah. "Tahun ini kita menerima 11 mahasiswa asing dari sejumlah negara, di antaranya Australia, Mesir, Slovakia, Vietnam, Mesir, dan Skandinavia,Jepang, dan Laos," ujarnya. Pada tahun 2008, mahasiswa asing dari program Darmasiswa sebanyak 3 orang, 2009 5 orang, 2010 orang, 2011 11 orang, 2012 13 orang dan tahun ini turun menjadi 11 orang, namun ada sejumlah mahasiswa yang mendaftar secara reguler. Mahasiswa asing yang mendaftar secara reguler, baik di jenjang S1 maupun S2 tersebut berasal dari Thailand sebanyak 5 orang dan Korea 4 orang. Tahun lalu juga ada beberapa dari China yang mengambil program S2 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJSR) serta Ilmu Budaya. Mahasiswa asing tersebut juga diwajibkan untuk berbahasa Indonesia selama berada di lingkungan kampus. "Kami ingin lebih mengenalkan Budaya dan Bahasa Indonesia pada mahasiswa asing ini," katanya, menambahkan. Selain itu, lanjutnya, juga untuk membiasakan diri dan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan dan bahasa di sekitarnya. Namun, untuk enam bulan pertama masih ditoleransi dan memasuki enam bulan kedua, mereka wajib menggunakan Bahasa Indonesia. Selain IKIP Budi Utomo, ada empat perguruan tinggi di Kota Malang yang juga diberi kuota mahasiswa asing dari program Darmasiswa tersebut, yakni VEDC, Universitas Negeri malang (UM), Politeknik Negeri Malang (Polinema) serta Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). "Dengan layanan yang baik dan kualitas pendidikan yang baik pula, saya yakin mahasiswa yang kuliah secara reguler (biaya sendiri) di kampus ini akan terus bertambah, disamping dari program Darmasiswa yang didanai pemerintah," tegas Nurcholis.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026