Malang (Antara Jatim) - Sejauh mata memandang hanya terlihat kilauan kuningnya buah jeruk masak menggelayut di setiap pohon, bahkan tidak sedikit pohon yang melengkung karena tak mampu menahan beban lebatnya buah jeruk tersebut.
Lokasi kebun jeruk ratusan hektare milik warga di kawasan Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, atau sekitar 20 kilometer arah barat dari pusat Kota Malang (Alun-alun Merdeka) itu cukup mudah dijangkau oleh wisatawan. Memang, lokasinya berada di dataran tinggi, namun tidak menyulitkan bagi pengunjung.
Untuk menuju lokasi kebun jeruk tersebut, memang tidak ada angkutan umum yang langsung ke kebun jeruk. Pengunjung bisa memanfaatkan jasa tukang ojek dari pertigaan Masjid Dau, karena angkutan umum dari arah Terminal Landungsari maupun Batu hanya sampai di pertigaan Masjid Dau.
Namun, kalau menggunakan kendaraan sendiri akan lebih mudah untuk menjangkau lokasi kebun jeruk tersebut, meski jalan yang dilalui berliku dan melewati lahan-lahan kering yang ditanami tebu, kopi dan sebagian cengkih.
Meski infrastruktur untuk mencapai lokasi kebun jeruk yang hasil panennya juga dibeli oleh PT Sewu Segar Nusantara yang memiliki merek dagang Sunpride itu cukup baik, jalan yang berkelok-kelok akan membingungkan pengunjung.
Oleh karena itu, harus ada pemandu jalan, yakni warga sekitar yang biasa memanen buah jeruk segar tersebut. Ada dua jenis jeruk yang ditanam di kebun tersebut, yakni jeruk keprok dan jeruk manis Pacitan (jeruk baby).
Tidak hanya di kebun yang luasnya mencapai 600 hektare itu saja buah jeruk bisa dinikmati, namun di halaman rumah-rumah penduduk di sepanjang jalan yang dilewati pun juga memanjakan mata kita menikmati buah jeruk yang bergelantungan masak di pohonnya.
Menurut salah seorang petani jeruk Suya'i, kalau sedang tidak dipanen untuk memenuhi kebutuhan Sunpride yang dikirim ke pasar-pasar swalayan (modern), masyarakat bisa mengunjungi kebun jeruk tersebut sebagai wisatawan.
Suyai'i menjelaskan satu batang pohon jeruk bisa menghasilkan antara 30 kilogram hingga 50 kilogram pada setiap kali panen. "Untuk memanen buah jeruk ini tidak dilakukan secara serentak, tapi secara bergelombang (bergiliran) untuk dipasarkan di pasar bebas, disamping untuk memasok PT SSN," ujarnya.
Pengunjung bisa menikmati buah jeruk yang sudah masak sepuasnya, namun jeruk yang akan di bawa pulang harus ditimbang terlebih dahulu dengan harga lebih murah dari harga pasaran. Harga jeruk hasil memanen sendiri di kebun rata-rata dihargai Rp6.500 sampai Rp7.000 per kilogram, baik jeruk baby maupun jeruk keproknya.
Buah jeruk yang dibeli dengan memetik sendiri di kebun, akan terasa lebih nikmat, apalagi buah jeruknya masih sangat segar dan rasanya juga manis, bahkan tidak kalah dengan jeruk lokam impor maupun jeruk valensia.
"Rasanya sangat segar dan manis, sekarung pun tidak akan bosan dan tidak akan puas. Pasti kapan-kapan saya akan kembali lagi kesini," kata Sofi'i, salah seorang pengunjung.
Jika pembaca membeli buah jeruk baby atau keprok yang berlabel Sunpride di paasar swalayan, dapat dipastikan buah itu dipasok dari kebun jeruk di Batu atau Dau, Kabupaten Malang.
Jeruk yang ditanam di kawasan Selorejo, Kecamatan Dau itu merupakan dua dari 228 varietas jeruk yang telah dilepas oleh Balai Penelitian Buah Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) yang berkantor di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Memanen buah jeruk akan menjadi satu alternatif wisata dari sekian puluh lokasi wisata yang bertebaran di wilayah Kota Batu dan mampu menyegarkan mata. Kalau sudah berada di kebun jeruk tersebut, rasanya enggan untuk beranjak, apalagi bisa menikmati buah segar sepuasnya.(*)
Wisata Kebun Jeruk yang Menyegarkan Mata
Jumat, 27 September 2013 16:28 WIB
