"Kalau biasanya harganya Rp6.000/paket saya naikkan menjadi Rp8.000/paket," jelasnya.
Yuli juga menyarankan dalam membeli makanan baik di pedagang kaki lima, warung, bahkan restoran juga harus pandai-pandai memilih.
Sama juga di sekitar telaga Sarangan, di sejumlah restoran di Tamangwangu juga dilengkapi dengan penjual jasa kuda, sehingga bagi pengunjung bisa menyewa berkeliling untuk menikmati keindahan alam di sekitar Tamangmangu.
"Saya lebih senang di restoran di Tamangmangu, selain tempatnya lebih dingin yang bisa membuat makan menjadi nikmat juga harganya murah," kata Yuli, menegaskan.
Di Cemorosewu dan Cemorokandang yang menjadi lokasi awal bagi para pendaki yang akan berjalan kaki mendaki menuju puncak Gunung Lawu selalu dipenuhi pengunjung.
"Meskipun lokasi awal berangkat mendaki berbeda, tapi semuanya bertemu di satu lokasi di puncak Gunung Lawu," jelas seorang warga Desa Selosari, Kecamatan Kota, Magetan Triyono Basuki.
Saudara kembar
Obyek wisata Sarangan yang hanya sekitar 17 kilometer dari Kota Magetan, dan Tamangmangu yang tetangganya Sarangan semakin "menor", apalagi di sepanjang jalan Tawangmangu-Sarangan yang merupakan jalan baru itu dipenuhi dengan pedagang buah strawberry.
Kedua lokasi obyek wisata itu boleh dibilang ibarat saudara kembar satu bapak, tetapi lain ibu. Wisata Sarangan berada di pangkuan Jatim, di lain pihak Tawangmangu berada di Jateng, namun masih dalam satu kesatuan yaitu di kawasan Gunung Lawu.
Meski demikian, dua obyek wisata yang berada di provinsi yang berbeda tersebut semakin menyatu dengan semakin terbukanya akses jalan, baik dari arah Jateng dan Jatim dengan adanya pelebaran jalan di kawasan setempat yang menjadi program Pemerintah Pusat.
Pekerjaan pembangunan jalan baru itu, kata Basuki, belum rampung seluruhnya karena pembangunan jembatannya masih dalam tahap penyelesaian.
"Dulu dari Sarangan ke Tawangmangu lewat jalan lama karena banyak tanjakkan harus meminta bantuan warga untuk mendorong kendaraan," jelas Basuki yang mengaku biasa melewati jalan tembus dari Magetan menuju Tawangmangu hingga Solo.
Namun, menurut dia, pembangunan jalan baru dari arah Tawangmangu menuju Sarangan, begitu sebaliknya dari Sarangan menuju Tawangmangu memudahkan pengunjung yang datang dengan kendaraan roda empat tanpa takut karena jalannya cukup landai.
Bahkan, katanya, para pelajar asal Magetan yang meneruskan pendidikan di Solo, Jateng, banyak yang memanfaatkan karena jaraknya lebih pendek dibandingkan kalau harus lewat Ngawi.
"Ini pembuatan jalan baru bukan pelebaran jalan, sebab jalan lama juga masih ada dan masih bisa dilaa lui kendaraan bermotor, tapi tanjakannya tajam," katanya, menegaskan. (*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026