Surabaya (ANTARA) - Destinasi kuliner baru 10 Regentstraat yang berada di kawasan bersejarah di gedung bekas Kantor Pos Kebon Rojo di kawasan Kota Lama Surabaya, Jawa Timur, menawarkan nuansa klasik bagi para pelanggan dan pecinta kuliner di wilayah setempat.
"Dulu kawasan ini memang namanya Regentstraat, yang artinya jalan protokol atau jalan utama. Saya menambahkan angka '10' karena lokasinya berada di Jalan Rajawali Nomor 10, agar mudah diingat oleh masyarakat," ujar Direktur 10 Regentstraat Steffiani Setyadji di Surabaya, Kamis.
Ia mengatakan tempat ini mengusung konsep konservasi bangunan sekaligus pelestarian budaya melalui hidangan peranakan dan nusantara.
Konsep yang diusung, lanjutnya, tidak sekadar menjual makanan, namun menceritakan perjalanan sejarah Surabaya dari masa kolonial hingga menjadi kota metropolitan.
Ia mengatakan makanan menjadi medium utama untuk menyampaikan pesan sejarah kepada pengunjung dengan menu yang dihadirkan mencakup perpaduan budaya, mulai dari hidangan khas Belanda hingga kuliner autentik nusantara.
"Harapan saya, lewat makanan ini kita bisa membagikan cerita. Ada menu turunan Belanda seperti bistik lidah dan bitterballen, tapi kita juga masuk ke protein lokal seperti ayam dan ikan dengan bumbu Manado hingga siomay Bandung," ujarnya.
CEO Pos Bloc Surabaya Jimmy Saputro melihat potensi besar dalam pengembangan Kota Lama sebagai ekosistem bisnis yang baru. Menurutnya, revitalisasi kawasan ini memerlukan langkah pertama atau "pecah telur" agar pelaku usaha lain ikut tergerak.
"Tujuan kita adalah mengelompokkan sistem bisnis di sini agar berkembang kembali. Saat ini gerakannya mungkin belum terlalu masif, tapi dengan adanya tempat yang nyaman dan makanan yang enak, kawasan ini bisa jadi pilihan utama," kata Jimmy
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026